Netanyahu Dikabarkan Putuskan Israel Duduki Jalur Gaza Sepenuhnya
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan akan mengumumkan rencana untuk menduduki Jalur Gaza sepenuhnya, demikian dilaporkan sejumlah media Israel.
Netanyahu disebut akan mendorong militer Israel memperluas operasinya di Gaza, termasuk wilayah-wilayah tempat para tawanan Hamas ditahan. Hal tersebut dilaporkan sejumlah media Israel seperti i24NEWS, The Jerusalem Post, Channel 12, dan Ynet.
"Keputusan telah dibuat," kata Amit Sega, kepala analis politik di Channel 12, mengutip seorang pejabat senior Israel yang tidak disebutkan namanya pada Selasa (5/8).
Kementerian Luar Negeri Palestina mengecam rencana yang dilaporkan tersebut. Mereka juga meminta komunitas internasional untuk turun tangan dan menekan Israel.
"Baik sebagai bentuk tekanan, uji coba untuk mengukur reaksi internasional, maupun yang benar-benar serius," demikian keterangan Kemlu Palestina dikutip dari Al Jazeera. Sedangkan Kantor Netanyahu belum menanggapi secara resmi kabar tersebut.
Netanyahu hari ini mengadakan pertemuan kabinet perangnya untuk membahas langkah selanjutnya bagi militer Israel di Gaza. Ia juga menghadapi tekanan internasional yang semakin besar untuk mengizinkan lebih banyak bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza.
Sebanyak 74 warga Palestina, termasuk 36 pencari bantuan, tewas dalam serangan Israel pada Senin (4/8), menurut sumber medis di Gaza.
Netanyahu juga menghadapi tekanan domestik yang semakin meningkat untuk membebaskan tawanan Hamas yang tersisa di Gaza. Ini menyusul beredarnya rekaman sandera bernama Rom Braslavski dan Evyatar David yang tampak kurus kering.
Netanyahu pada rapat hari Senin menegaskan kembali menegaskan rencana melenyapkan Hamas dan mengamankan pembebasan tawanan yang tersisa.
“Serta memastikan bahwa Gaza tidak lagi menjadi ancaman bagi Israel,” ujar Netanyahu di awal rapat kabinet rutin pada hari Senin.
Otoritas kesehatan Gaza menyatakan lebih dari 60.930 warga Palestina, termasuk sedikitnya 18.430 anak-anak, telah tewas di Gaza sejak Oktober 2023.