Wawancara Dubes Iran: Situasi Terkini di Tengah Protes dan Ancaman AS

Nuzulia Nur Rahmah I Katadata
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi bicara soal situasi dalam negerinya kepada wartawan di Jakarta, Senin (19/1). Iran dalam situasi panas seiring gelombang protes antipemerintah dan ancaman operasi moneter hingga sanksi ekonomi baru dari AS.
21/1/2026, 08.41 WIB

Iran tengah menghadapi ketegangan serius di dalam negeri. Sejak akhir Desember lalu, gelombang protes merebak di berbagai kota, dipicu tekanan ekonomi, anjloknya nilai mata uang, serta ketidakpuasan publik terhadap pemerintahan.

Situasi kian memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump berulang kali melontarkan ancaman aksi militer terhadap Teheran, menyusul bentrokan berdarah dalam aksi-aksi protes tersebut. Ancaman ini memicu kekhawatiran dunia akan potensi kekacauan baru di kawasan Timur Tengah.

Pemerintah Iran menyebut lebih dari 100 personel keamanan tewas dalam rangkaian kerusuhan. Sedangkan kelompok oposisi dan aktivis hak asasi manusia mengklaim korban dari kalangan demonstran telah melampaui 1.000 orang, dengan ribuan lainnya ditahan. Di tengah eskalasi itu, otoritas memberlakukan pembatasan akses internet di sejumlah wilayah.

Teheran menuding Amerika Serikat dan Israel berperan dalam kerusuhan tersebut.

Di tengah situasi yang kompleks ini, Katadata bersama beberapa media nasional lainnya mewawancarai Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi pada Senin (19/1). Berikut petikan wawancaranya.

Bagaimana situasi Iran saat ini?
Anda tahu bahwa setelah kasus yang dibuat oleh rezim Zionis Israel di Iran, mereka berusaha memanfaatkan sebagian rakyat Iran yang ingin melakukan aksi protes damai dengan cara mengubahnya menjadi aksi kekerasan dan menimbulkan korban.  

Mereka sudah mencoba berbagai cara, tetapi setelah beberapa minggu, Alhamdulillah situasinya kini sangat tenang dan perdamaian telah kembali ke jalan-jalan dan ke seluruh negeri. 

Kami bisa melihat bahwa aksi protes internal saat ini sudah menurun. Ancaman dari luar memang masih ada, baik dari rezim Zionis Israel maupun dari Amerika Serikat, tetapi dapat dikatakan situasinya jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Kondisi ekonomi menjadi alasan utama terjadinya demonstrasi. Lalu bagaimana solusi yang ditawarkan pemerintah untuk masalah ini?

Anda tahu bahwa sanksi (ekonomi) merupakan penyebab utama persoalan ekonomi dan kondisi ekonomi saat ini. Setelah terjadinya depresiasi besar nilai mata uang di Iran, sebagian pelaku usaha merasa khawatir dan ingin menyampaikan aspirasi mereka melalui demonstrasi dan protes damai terhadap pemerintah. Itu tidak masalah. 

Namun, kami tahu ada pihak-pihak yang diprovokasi dari luar dan berusaha membuat situasi menjadi kacau dan penuh kekerasan.

Saat ini pemerintah memiliki sejumlah rencana untuk mengelola kondisi ekonomi. Rencananya mencakup banyak aspek dan tidak mungkin dijelaskan sekarang, tetapi saya akan segera menggelar konferensi pers untuk menjelaskan semuanya secara mendalam.

Sebagai Duta Besar, bagaimana menjaga keselamatan warga negara, termasuk warga negara asing di negara Anda? Bagaimana Anda menggambarkan situasi mereka dan jaminan dari pemerintah Iran?

Saya bisa sampaikan bahwa situasi bagi warga negara asing di Iran sangat baik dan mereka aman. Sejak awal situasi ini, saya secara pribadi khawatir dengan tugas saya untuk menjaga keselamatan warga negara Indonesia yang berada di Iran. 

Namun, saya telah menerima informasi dari Iran bahwa mereka semua dalam keadaan aman, dan kami siap membantu jika terjadi sesuatu. Hal yang sama juga berlaku bagi warga negara asing lainnya, dengan jaminan yang sama.

Saat ini tidak ada masalah di Iran, perdamaian telah kembali ke negara ini. Namun, kapan pun diperlukan, kami siap membantu pemerintah negara lain untuk mengevakuasi warganya.

Satu-satunya warga negara asing yang mengalami masalah adalah Duta Besar Palestina, yang rumahnya diserang oleh agen Mossad sehingga mengalami luka ringan. Selain itu, warga negara asing lainnya dalam keadaan baik-baik saja. Ini menjadi indikasi lain bahwa serangan tersebut berasal dari luar, dan semua orang tahu bahwa yang dimaksud dengan pihak luar adalah rezim Zionis Israel.

Trump mengancam akan mengenakan tarif 25% terhadap mitra dagang Iran. Apakah Anda memiliki komentar terkait hal tersebut

Sejak awal Revolusi Islam Iran 47 tahun lalu, kami sudah menghadapi berbagai sanksi seperti ini, termasuk terhadap perusahaan-perusahaan yang bekerja sama dengan Iran. Namun, Presiden Trump lupa bahwa tidak seluruh dunia tunduk kepadanya.  

Beberapa blok dan negara telah menyatakan tidak akan mematuhi kebijakan tersebut. Itu bukan perintah untuk seluruh dunia. Ia bisa memberi perintah di Amerika Serikat, tetapi Uni Eropa telah menyatakan tidak akan mematuhi aturan semacam ini, begitu pula sejumlah negara independen lainnya.

Karena itu, mereka harus menerima kenyataan bahwa sanksi ekonomi telah gagal, meskipun mereka masih terus mencobanya. Iran adalah negara besar dengan ekonomi yang besar, dan tidak mungkin apa yang mereka rencanakan itu berhasil. 

Kami memang memiliki berbagai tantangan, termasuk masalah ekonomi dan nilai tukar mata uang nasional, tetapi upaya mereka yang bertujuan mendorong perubahan rezim, perpecahan, kerusuhan, atau kekerasan di Iran tidak akan mencapai tujuannya.

Saya berharap upaya tersebut akan gagal, seperti berbagai rencana sebelumnya yang juga telah gagal sejauh ini.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.