Prabowo Sebut Indonesia jadi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi di Gaza
Presiden Prabowo Subianto mengatakan, Indonesia dipercaya untuk menempati posisi Wakil Komandan atau Deputy Commander pasukan International Stabilization Force (ISF).
Pasukan tersebut akan bertugas mengawal misi perdamaian antara militer Israel dan Hamas. Prabowo menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers setelah menghadiri pertemuan perdana negara anggota Dewan Perdamaian yang berlangsung di US Institute of Peace, Washington, pada Kamis (19/2) waktu setempat.
"Mereka minta kita jadi Deputy Commander," ujar Prabowo sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden.
Indonesia akan mengirim delapan ribu personel ke Dewan Perdamaianatau Board of Peace (BoP) di Gaza dalam waktu 1–2 bulan ke depan. Prabowo mengatakan, mayoritas pasukan Indonesia yang akan dikirim untuk misi BoP berasal dari unit zeni dan kesehatan.
Komandan ISF, Mayor Jenderal Jasper Jeffers, sebelumnya menyampaikan sejauh ini ada luma negara yang telah berkomitmen untuk mengirimkan pasukan untuk BoP yakni Indonesia, Maroko, Kazakstan, Kosovo, dan Albania.
Sementara itu, Mesir dan Yordania bersedia mengirim sejumlah personel untuk melatih kepolisian Palestina di Gaza. Pasukan ini disebut sebagai solusi keamanan internal jangka panjang di Gaza.
Jasper Jeffer juga menyampaikan bahwa Indonesia telah bersedia menerima posisi sebagai Deputy Commander atau Wakil Komandan ISF. "Indonesia telah menerima posisi Deputi Komandan untuk ISF. Kami berharap langkah awal ini dapat menghadirkan keamanan," ujarnya, sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube The White House pada Kamis (19/2).
Jasper Jeffer menargetkan misi perdamaian di Gaza dalam jangka panjang akan melibatkan 20 ribu pasukan ISF dan 12 ribu personel polisi. Ia mengatakan pasukan internasional akan lebih dulu diterjunkan ke Rafah sebelum diperluas ke Gaza Utara, Kota Gaza, Deir el-Balah dan Khan Yunis.
ISF akan bertugas menstabilkan keamanan di Gaza serta menciptakan kondisi yang kondusif bagi pemerintahan sipil yang dibentuk oleh Komite Nasional nantinya. Gaza akan dipimpin sementara oleh pemerintahan transisi teknokrat Palestina di bawah pengawasan BoP.