Iran Balas Serangan Israel dengan Luncurkan Rudal, Ada yang Dicegat Qatar
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) paramiliter Iran mengatakan telah meluncurkan ‘gelombang pertama’ drone dan rudal ke arah Israel. Namun Qatar menyampaikan telah mencegat rudal Iran yang melewati wilayah mereka.
“Rudal Iran telah dicegat di atas wilayah Qatar,” kata Kementerian Pertahanan Qatar dikutip dari Report.Az, Sabtu (28/2). Namun kementerian tidak memerinci tujuan rudal tersebut.
Laporan Al Jazeera menyebutkan bahwa rudal Iran tersebut berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Patriot. Jaringan TV yang berbasis di Doha ini juga melaporkan bahwa telah terjadi ledakan di Bahrain dan Kuawit.
Al Jazeera melaporkan bahwa Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab telah menutup wilayah udara mereka.
Sementara itu, IRGC menyatakan sudah memulai serangan ke Israel, dikutip dari Deutsche Welle atau DW.com.
Militer Israel juga telah mengeluarkan peringatan bahwa rudal telah diluncurkan dari Iran ke arah Israel.
"Serangan rudal tambahan diluncurkan ke arah Negara Israel. Masyarakat diminta untuk terus mengikuti instruksi Komando Pertahanan Dalam Negeri, masyarakat diminta untuk tetap berada di tempat yang aman sampai ada pemberitahuan resmi," kata militer dalam pernyataan resmi.
Para jurnalis dari kantor berita AFP Prancis telah mendengar beberapa ledakan di atas Yerusalem setelah peringatan serangan udara dibunyikan.
Israel lebih dulu menyerang Iran pada Sabtu (28/2) pagi, menurut Menteri Pertahanan Israel Katz. Negara ini menyebutnya sebagai "serangan pendahuluan".
Pemerintah Israel kemudian mengumumkan keadaan darurat karena mengantisipasi pembalasan Iran dengan pesawat tak berawak dan rudal balistik, dikutip dari CNN Internasional, Sabtu (28/2). Dikutip dari BBC Internasional, sirene berbunyi di seluruh Israel sekitar pukul 08:15 waktu setempat (06:15 GMT), memperingatkan warga tentang ancaman kemungkinan serangan rudal dari Iran sebagai balasan.