Rusia Diduga Beri Informasi Intelijen ke Iran untuk Menyerang Aset Militer AS

X @MizarVision
Citra satelit beresolusi tinggi menunjukkan beberapa pesawat pengisian bahan bakar KC-135 milik AS yang dikerahkan di Bandara Ben Gurion di Israel.
9/3/2026, 13.35 WIB

Rusia dikabarkan telah memberikan informasi kepada Iran guna membantu menyerang kapal perang, pesawat militer, serta berbagai aset militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah. Informasi ini diungkapkan oleh dua pejabat yang mengetahui laporan intelijen AS mengenai hal tersebut.

Melansir pemberitaan Associated Press (AP) pada Sabtu (7/3), kedua pejabat yang tidak berwenang menyampaikan komentar secara terbuka terkait isu sensitif ini berbicara dengan syarat anonim. Mereka mengatakan, sejauh ini intelijen AS belum menemukan bukti bahwa Rusia mengarahkan Iran mengenai bagaimana informasi tersebut harus digunakan.

Kendati demikian, informasi itu menjadi indikasi awal bahwa Moskow berupaya terlibat dalam perang yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran. Rusia termasuk dalam kelompok kecil negara yang tetap menjalin hubungan bersahabat dengan Iran di tengah tekanan internasional.

Selama bertahun-tahun, Iran menghadapi isolasi akibat program nuklirnya serta dukungannya terhadap kelompok-kelompok proksi yang memicu ketegangan di Timur Tengah, seperti Hizbullah, Hamas, dan Houthi.

Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan Teheran tidak mengajukan permintaan bantuan militer kepada Rusia. Keterangan ini sekaligus menjawab pernyataan wartawan terkait apakah Moskow akan melampaui dukungan politiknya terhadap Iran.

“Kami sedang berdialog dengan pihak Iran, dengan para perwakilan kepemimpinan Iran, dan tentu akan terus melanjutkan dialog ini,” kata Peskov pada Jumat (6/3). Namun, ketika ditanya lebih lanjut apakah Moskow telah memberikan bantuan militer atau intelijen kepada Teheran sejak perang Iran dimulai, ia menolak memberikan komentar.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt pada Jumat (6/3) enggan menanggapi laporan keterlibatan Rusia dalam perang Iran kali ini. Namun, ia tidak membantah bahwa Rusia berbagi intelijen dengan Iran mengenai target-target AS di kawasan itu. Karoline mengatakan hal itu tidak membuat perbedaan apa pun terhadap operasi militer AS di Iran

Operasi militer gabungan antara AS dan Israel terhadap Iran memicu gelombang serangan balasan dari Teheran ke beberapa negara di Timur Tengah. Serangan balasan Iran semakin agresif setelah Pemimpin Tertinggi (Ayatullah) Ali Hosseini Khamenei gugur dalam operasi pasukan gabungan AS dan Israel pada Sabtu (28/2) lalu.

Militer Iran kini menargetkan sejumlah fasilitas militer AS yang berada di kawasan Timur Tengah dan negara-negara Teluk. Selain itu, Iran juga melancarkan serangan udara ke Kantor Kedutaan Besar AS di Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh, pada Selasa (3/3) dini hari waktu setempat.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu