Poin-poin Proposal Perdamaian dari AS, Iran Sebut Tak Ada Negosiasi Formal

Antara
Ilustrasi bendera Amerika - Iran
Penulis: Andi M. Arief
Editor: Yuliawati
27/3/2026, 15.07 WIB

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan sedang mempelajari 15 poin negosiasi yang diusulkan pemerintah Amerika Serikat. Namun Araghchi menekankan tidak ada proses negosiasi formal untuk menyelesaikan konflik di Asia Barat.

Araghchi menyampaikan 15 poin negosiasi tersebut didapatkan dari negara-negara sahabat Iran. Karena itu, proposal tersebut tidak disampaikan dalam bentuk negosiasi atau dialog formal antara Iran dan Amerika Serikat.

"Pesan yang disampaikan melalui negara sahabat dan kami yang menyampaikan posisi maupun peringatan bukan bentuk negosiasi," kata Araghchi dalam wawancara eksklusif pada media pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting yang dikutip Jumat (27/3).

Araghchi menegaskan posisi pemerintah Iran saat ini adalah melanjutkan proses perlindungan negaranya. Selain itu, Iran tidak berniat melakukan negosiasi penyelesaian perang saat ini.

Di sisi lain, Araghchi menilai penyampaian proposal 15 poin negosiasi oleh Amerika Serikat adalah bentuk posisi menyerah dari Negeri Abang Sam. Karena itu, Araghchi menilai Amerika Serikat telah melanggar posisi awalnya saat agresi dimulai.

Walau demikian, Araghchi mengatakan pihaknya ingin perang di Asia Barat berakhir. Akan tetapi, penyelesaian konflik dengan Israel dan Amerika Serikat harus berdasarkan kondisi yang ditetapkan pemerintah Iran

Araghchi menyebutkan setidaknya ada tiga kondisi yang harus dipatuhi Israel dan Amerika Serikat untuk menghentikan perang. Pertama, memastikan perang yang sama tidak terulang pada masa depan.

Kedua, Israel dan Amerika Serikat harus membayar kompensasi kepada masyarakat Iran akibat perang yang berlangsung sejak bulan lalu, Sabtu (28/2). Terakhir, Israel dan Amerika Serikat harus mengakui kedaulatan Iran terhadap Selat Hormuz.

"Setelah 47 tahun, mereka akhirnya memaksa kami untuk menunjukan kedaulatan kami atas Selat Hormuz. Mereka berpikir Iran tidak memiliki keberanian untuk melakukan hal ini," katanya.

Dilansir dari Al Jazeera, Pakistan, Mesir, dan Turki telah mendorong terjadinya pertemuan damai antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan. Hal tersebut sejalan dengan pengiriman 3.000 anggota militer asal Amerika Serikat ke Asia Barat.

Walau demikian, belum ada sumber resmi yang mempublikasikan proposal 15 poin negosiasi yang disampaikan oleh Amerika Serikat. Walau demikian, media asal Israel, Channel 12 telah mempublikasikan beberapa komponen dari proposal tersebut.

Berikut beberapa elemen kunci dalam proposal 15 poin:

1. Gencatan senjata selama 30 hari
2. Pelucutan fasilitas nuklir Iran di Natanz, Isfahan, dan Fordow
3. Komitmen permanen dari Iran untuk tidak pernah mengembangkan senjata nuklir
4. Penyerahan seluruh pasokan uranium yang telah diperkaya milik Iran ke Badan Tenaga Atom Internasional atau IAEA
5. Membatasi jarak dan jumlah misil milik Iran
6. Iran menghentikan dukungan ke beberapa kelompok di kawasan
7. Iran mengakhiri serangan ke fasilitas energi di kawasan
8. Kembali membuka Selat Hormuz.
9. Menghilangkan sanksi yang dikenakan pada Iran, termasuk mengakhiri mekanisme sanksi ke Iran yang diterbitkan PBB
10. Amerika Serikat memberikan bantuan untuk menghasilkan energi di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Bushehr, Iran.

Sedangkan pemerintah Iran dalam berbagai kesempatan menyatakan hanya bersedia menghentikan serangan balasan dengan sejumlah syarat, seperti berikut:

1. Tutup pangkalan militer AS di Kawasan Teluk
2. Cabut seluruh sanksi ekonomi
3. Akui kontrol Iran di Selat Hormuz
4. Tolak pembatasan program rudal
5. Hentikan operasi Israel terhadap sekutu Iran

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Andi M. Arief