PM Anwar Ibrahim soal Kapal Malaysia Lolos Selat Hormuz: Cukup Sekali Telepon

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nz
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim melambaikan tangan saat tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (28/7/2025). Kunjungan PM Malaysia Anwar Ibrahim ke Indonesia tersebut dalam rangka agenda Konsultasi Tahunan Ke-13 yang merupakan forum bilateral tertinggi antara Indonesia dan Malaysia.
6/4/2026, 07.55 WIB

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim bercerita mengenai percakapannya dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian beberapa waktu lalu, hingga kapal tanker Malaysia dipersilakan melalui Selat Hormuz.

Cerita itu diutarakan Anwar Ibrahim saat memberikan sambutan di sebuah acara dengan masyarakat Malaysia, di Johor Bahru, Malaysia, Minggu (5/4).

"Untungnya hubungan kita baik dengan Iran itu. Sekarang baru orang tahu," kata Anwar Ibrahim.

Dia mengatakan dulu ada pihak yang marah kepada dirinya karena terlalu dekat dengan Iran. Menurut pihak itu, Malaysia harus menjaga perasaan Amerika Serikat.

"(Dia bilang) 'Amerika akan menekan kita. Amerika akan menggunakan kekuatan. Kita negara kecil. Kita berdagang dengan Amerika, tapi kamu malah baik dengan Iran'," kata Anwar.

Anwar melanjutkan, nyatanya hubungan baik dengan setiap negara membawa kebaikan pula bagi Malaysia. Ketika dirinya melakukan sambungan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian beberapa waktu lalu – setelah berbicara soal perang dan hal lainnya – dia menyinggung soal kapal tanker Malaysia yang masih tertahan di Selat Hormuz, dan langsung disambut baik oleh Presiden Iran.

"Saya telepon sekali saja. Saya bilang kapal kami masih ada tujuh tertahan. Dia bilang apa? Dia bilang, 'ya, oke'. Jadi saya bilang kalau bisa, Presiden tolong bantu. Saat itu juga dia bilang, 'oke Anwar, take it from me, terima pernyataan saya. Saya akan perintahkan segera kapal-kapal Malaysia untuk dilepaskan'," kata Anwar.

Anwar lalu bercerita, usai diplomasi kapal berhasil dilakukan, justru ada pihak oposisi yang menyatakan pesimisme, bahwa meskipun kapal Malaysia sudah bisa lewat Selat Hormuz, tapi harga bahan bakar minyak tetap mahal.

"Ya memang, biaya kapal bulan lalu dengan sekarang memang lebih mahal. Asuransi kapal juga meningkat. Tapi setidaknya ada minyak. Negara lain sampai melakukan penjatahan minyak (BBM), tidak ada minyak. Kalau saya ikuti emosi saya, saya mau yang banyak bicara itu jangan diberi minyak," tegas Anwar Ibrahim.

Anwar Ibrahim menegaskan pemerintahannya sudah bekerja, namun malah diserang dengan hal semacam itu. Dia lalu bertanya, berapa banyak pemimpin negara yang bisa langsung berbicara dengan Presiden Iran dan menerima jaminan keamanan kapal pada saat itu juga.

"Dia (Presiden Iran) panggil brother Anwar, 'saudara Anwar, saya beri jaminan, saya akan perintahkan sekarang juga agar kapal-kapal Petronas dan lainnya dari Malaysia dilepaskan supaya minyak bisa sampai ke Malaysia'," terang Anwar.

"Saya mau tanya, berapa negara bisa melakukan hal seperti itu? Ini bukan karena saya, tetapi karena pendirian kabinet. Karena prinsip negara kita. Jadi kita harus teruskan hal seperti ini," jelasnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Antara