Presiden FIFA Pastikan Iran Ikut Piala Dunia 2026 Meski Perang Lawan AS
Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) Gianni Infantino mengatakan bahwa Iran pasti akan berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026, meskipun sedang terjadi Perang Timur Tengah dengan Amerika Serikat (AS).
Menurutnya Iran penting untuk ikut serta dalam ajang pertandingan bola terbesar ini, meskipun partisipasinya sempat diragukan sejak AS dan Israel melancarkan serangan ke Teheran.
“Tim Iran pasti akan datang ya. Kami berharap saat (piala dunia dimulai) situasi sudah damai. Iran harus datang, mereka mewakili rakyatnya, karena mereka sudah lolos dan para pemain ingin berlaga,” kata Infantino dikutip dari CNN, Jumat (17/4).
Dia menyebut telah bertemu dengan tim sepak bola nasional Iran di Antalya, Turki, dua minggu lalu dan mengaku terkesan. Infantino menyebut kinerja tim mereka bagus.
“Mereka benar-benar ingin bermain dan mereka seharusnya bermain. Olahraga seharusnya berada di luar politik saat ini,” ujarnya.
Meski begitu, dia mengakui bahwa tidak bisa memisahkan olahraga dan politik. Dia tetap berharap Iran untuk ikut ambil bagian dalam kompetisi ini. Infantino akan menciptakan akses agar mereka bisa berpartisipasi.
Tahun ini, Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah Piala Dunia dengan Kanada dan Meksiko. Iran dijadwalkan memainkan dua pertandingan fase grup di Inglewood, California, dan satu pertandingan di Seattle.
Perang Timur tengah yang sudah berlangsung sejak akhir Februari telah menimbulkan keraguan atas partisipasi Iran di Piala Dunia. Terdapat pernyataan publik yang saling bertentangan dari pemerintah Iran dan pejabat sepak bola. Presiden AS Donald Trump juga tidak menganjurkan tim Iran untuk menghadiri turnamen tersebut dengan alasan keamanan.
Tahun 2026 merupakan kali ketujuh Iran ambil bagian dalam pertandingan piala dunia. Dia berhasil mengantongi tiket piala dunia usai memenangkan enam dari delapan pertandingan pertama mereka,. Iran memastikan lolos berkat dua gol Taremi dalam hasil imbang 2-2 melawan Uzbekistan pada 25 Maret 2025.