Trump Ramal Perang dengan Iran Akan Selesai Akhir Pekan Ini
Presiden Amerika Serikat Donald J Trump mengatakan konflik dengan Iran dapat berakhir pada akhir pekan ini. Sebab, kedua negara dikabarkan mencapai kesepakatan dalam bentuk Nota Kesepahaman sebelum penandatanganan perjanjian komprehensif pada kuartal kedua tahun ini.
Berdasarkan laporan Reuters, Trump menyampaikan perundingan damai ronde kedua kemungkinan terjadi pada akhir pekan ini. Seperti diketahui, kata sepakat tidak dicapai selama negosiasi damai ronde pertama pada akhir pekan lalu, 11-12 April 2026.
Trump bahkan berencana mengunjungi Islamabad, Pakistan akhir pekan ini jika negosiasi damai tercapai. "Kami akan melihat apa yang akan terjadi, tapi saya pikir kita sudah sangat dekat mencapai kesepakatan dengan Iran," kata Trump di Gedung Putih, Jumat (17/4).
Sedangkan, sumber Reuters dari sisi Pakistan mengatakan negosiasi tertutup antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan terjadi hari ini, Jumat (17/4). Pertemuan ruang tertutup tersebut dapat membuahkan penandatanganan persetujuan kedua negara.
Secara rinci, Amerika Serikat dan Iran akan membentuk nota kesepahaman terkait perdamaian pada akhir pekan ini. Perjanjian tersebut akan diikuti oleh perjanjian komprehensif dalam waktu 60 hari setelah penerbitan nota kesepahaman.
"Perjanjian rinci akan terbit nanti. Kedua sisi sudah mencapai kata sepakat secara prinsip, dan bagian teknis akan dicapai nanti," kata sumber Reuters.
Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran dimediasi oleh dua aktor, yakni Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir. Sumber diplomatik Reuters menyampaikan Munir terus melakukan mediasi sejak kemarin lusa, Rabu (15/4), untuk menemukan kata sepakat dalam sebuah isu.
Karena itu, Trump mendorong agar kelompok bersenjata Hizbullah untuk menaati gencatan senjata selama 10 hari antara Lebanon dan Israel. Israel dan Hizbullah merupakan aktor utama yang menyebabkan konflik di perbatasan selatan Lebanon.
Israel dan Lebanon telah menyepakati 10 hari gencatan senjata mulai Kamis (16/4) pukul 21.00 GMT atau Jumat (17/4) pukul 02.00 WIB. Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata itu untuk mencapai perdamaian di antara kedua negara.
“Saya baru saja melakukan percakapan yang sangat baik dengan yang terhormat Presiden Joseph Aoun dari Lebanon dan perdana menteri Bibi (Benjamin) Netanyahu dari Israel,” kata Trump dalam sebuah pernyataan, dikutip Jumat (17/4).
Trump mengatakan ia telah meminta Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine untuk bekerja sama dengan kedua belah pihak menuju perdamaian sejati.
“Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk menyelesaikan sembilan perang di seluruh dunia, dan ini akan menjadi yang ke-10,” kata Trump.