Laporan FIFA: Konsumsi Media Olahraga Bergeser ke Streaming dan Multi-Platform

Twitter/@Elon Musk
Final Piala Dunia 2022 antara Prancis dan Argentina
28/4/2026, 16.07 WIB

Pola konsumsi media olahraga menjelang Piala Dunia FIFA 2026 menunjukkan pergeseran ke model multi-platform, dengan layanan streaming dan media sosial semakin dominan dalam menjangkau penonton. 

Temuan ini tercantum dalam FIFA World Cup 2026 Report yang disusun EMW Global, yang memetakan perubahan perilaku penggemar olahraga di Amerika Utara sebagai salah satu pasar utama turnamen.

Laporan tersebut mencatat bahwa 69 persen penggemar olahraga di Amerika Serikat pada 2025 menonton pertandingan olahraga secara langsung melalui layanan Subscription Video-on-Demand (SVOD). 

Pada periode yang sama, konsumsi melalui televisi lokal free-to-air tercatat sebesar 66 persen, sementara televisi kabel sebesar 63 persen. Data ini menunjukkan bahwa layanan streaming berlangganan telah melampaui televisi lokal dan kabel dalam distribusi siaran olahraga langsung.

Perbedaan pola konsumsi semakin terlihat pada kelompok usia muda. EMW Global mencatat bahwa penggemar berusia di bawah 35 tahun memiliki tingkat penggunaan streaming tertinggi dibandingkan kelompok usia lainnya, baik untuk menonton pertandingan langsung maupun konten tambahan seperti tayangan ulang dan analisis pertandingan.

Selain streaming, media sosial menjadi kanal utama dalam konsumsi konten olahraga non-siaran. Laporan tersebut mencatat bahwa lebih dari 90 persen penggemar dari kelompok Milenial dan Generasi Z menggunakan media sosial untuk mengakses konten olahraga, termasuk cuplikan pertandingan, berita singkat, dan reaksi penggemar. 

Angka ini menunjukkan bahwa konsumsi olahraga berlangsung sebelum dan setelah pertandingan, tidak terbatas pada waktu siaran langsung.

Dalam distribusi konten digital, YouTube menjadi salah satu platform utama untuk konsumsi highlight dan konten olahraga berdurasi panjang, sementara platform video pendek seperti TikTok menunjukkan pertumbuhan penggunaan yang signifikan, terutama di kalangan penggemar sepak bola muda. 

Laporan menempatkan media sosial sebagai kanal distribusi pendukung yang memperluas jangkauan siaran utama.

Meski peran digital meningkat, laporan EMW Global mencatat bahwa televisi tradisional tetap digunakan untuk pertandingan berskala besar, khususnya pada skema siaran gratis. Namun, data menunjukkan bahwa televisi tidak lagi menjadi satu-satunya medium dominan dalam konsumsi olahraga.

Fragmentasi konsumsi media ini berdampak pada perilaku berlangganan penonton. Laporan mencatat bahwa sekitar 35 persen konsumen menyatakan harus berlangganan lebih dari satu platform untuk dapat mengakses seluruh konten olahraga yang diminati. Data ini menunjukkan meningkatnya kompleksitas akses konten bagi penonton.

Secara keseluruhan, FIFA World Cup 2026 Report menunjukkan bahwa menjelang Piala Dunia 2026, konsumsi media olahraga bergerak ke arah model multi-platform, dengan layanan streaming dan media sosial sebagai kanal utama, serta televisi tradisional mempertahankan peran pada momen pertandingan berskala besar.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.