Banjir Bandang di Nepal Telan 392 Korban Jiwa, 1.500 Orang Dilaporkan Hilang 

Gongga Laisong/China News Service/VCG via Reuters Connect
Ekskavator dan loader membersihkan puing-puing di ruas jalan menuju Pelabuhan Gyirong, Daerah Otonomi Xizang Tiongkok, yang berbatasan dengan Nepal, pada Jumat (28/8).
Penulis: Reihan Cahya
28/8/2026, 12.27 WIB

Tiga hari berselang setelah bencana banjir bandang di Pegunungan Himalaya, lebih dari 390 jenazah telah ditemukan, sedangkan lebih dari 1.500 orang dilaporkan hilang di seluruh Nepal dan wilayah Tibet, Tiongkok.

Tim penyelamat berjalan menembus lumpur, mencari para korban yang hilang, pada Kamis (27/8). Sementara itu, pihak berwenang di Nepal menyatakan setidaknya 392 orang tewas di sana. Dengan tiga korban di antaranya tewas di wilayah perbatasan Tibet.

Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang mengunjungi lokasi longsor di Tibet pada Kamis (27/8) sore untuk mengarahkan upaya penyelamatan darurat dan bantuan kemanusiaan, sehari setelah bencana tersebut.

Departemen Pariwisata Nepal menyebutkan dalam data yang dirilis pada Kamis (27/8) bahwa 668 wisatawan dari 34 negara telah kehilangan kontak sejak Rabu (26/8) pagi. Sebagian besar di antaranya sedang melakukan ekspedisi trekking.

Dalam daftar kontak hilang tersebut setidaknya ada 177 orang dari India, 90 orang dari Amerika Serikat (AS), 34 orang dari Australia, 33 orang dari Inggris, dan 25 orang dari Kanada. Kementerian Luar Negeri Beijing juga menyatakan 100 warga negara Tiongkok termasuk di antara mereka yang hilang di Nepal.

Laporan stasiun televisi pemerintah Cina, CCTV, menyebutkan ada 558 orang yang dilaporkan hilang di Kabupaten Gyirong, Tibet. Jumlah tersebut termasuk 260 warga negara asing.

"Operasi pencarian dan penyelamatan terbukti menjadi tantangan besar karena sekadar mencapai daerah-daerah yang terdampak … untuk mencoba mengevakuasi para korbanselamat ternyata sangat sulit. Jalan dan jembatan di sana mengalami kerusakan parah," kata Minelle Fernandez dari Al Jazeera, yang melaporkan dari ibu kota Nepal, Kathmandu.

Sebuah armada helikopter milik pemerintah dan swasta telah dikerahkan untuk terbang ke daerah-daerah tersebut guna berusaha mengevakuasi sebanyak mungkin korban selamat ke rumah sakit agar dapat menerima perawatan atas luka-luka yang menurut para dokter meliputi patah tulang rusuk dan luka bakar pada kulit, kata Fernandez.

Helikopter Jatuhkan Bantuan Darurat

Tim penyelamat di Nepal telah mengerahkan helikopter untuk mencari korban selamat dan menjatuhkan pasokan darurat kepada ribuan orang yang terisolasi di daerah pegununganyang terjal, yang populer di kalangan pendaki dan peziarah yang melakukan perjalanan antara Lhasa di Tibet dan Kathmandu.

Rekaman video pada Rabu (26/8), yang telah diverifikasi oleh kantor-kantor berita, memperlihatkan arus air dan puing-puing yang deras menghanyutkan puluhan orang di sebuah pos perbatasan di Gyirong. Di hilir di Nepal, rumah-rumah, jalan, dan infrastruktur listrik hancur.

Badan Penanggulangan Bencana Nepal mengatakan bahwa danau yang terbentuk di lokasi terjadinya banjir tersebut sedang pasang dan berisiko jebol.

Juru bicara Angkatan Darat, Raja Ram Basnet, mengatakan bahwa helikopter-helikopter sedang menjatuhkan tenda, makanan, dan obat-obatan yang disediakan oleh negara tetangga, India, ke kabupaten-kabupaten yang paling parah terdampak. Lebih dari 5.000 personel penyelamat dari Angkatan Darat dan Kepolisian telah bergabung dalam upayapenyelamatan tersebut.

Pada hari Jumat (28/8), Nepal News melaporkan bahwa Angkatan Darat telah menyelamatkan 350 pekerja dan warga yang terjebak di dalam terowongan di proyek pembangkit listrik tenaga air Upper Trishuli, di tengah cuaca buruk dan arus sungai yang deras.

India mengevakuasi ribuan orang dari negara bagian yang berbatasan dengan Nepal, termasuk Bihar, Uttar Pradesh, dan Uttarakhand, seiring ancaman banjir yang melandaDaerah Aliran Sungai Gandak.

Perdana Menteri Nepal Balendra Shah berangkat melalui jalan darat menuju Bidur, salah satu kabupaten yang paling parah terdampak di Nuwakot, untuk menilai situasi banjir, demikian disampaikan kantornya melalui akun media sosial.

Runtuhnya Batuan dan Es Gletser Memicu Gempa Bumi

Laporan awal dari pejabat Nepal menunjukkan bahwa gempa bumi di wilayah tersebut mungkin telah menyebabkan bagian bawah gletser runtuh, yang memicu banjir bandang. Namun, Badan Survei Geologi AS (USGS) mencatat bahwa peristiwa seismik tersebut, yang awalnya tercatat sebagai gempa bumi berkekuatan 4,4 skala Richter, sebenarnya merupakan energi seismik yang dihasilkan oleh runtuhnya batuan dan es gletser secara tiba-tiba, yang disusul oleh aliran puing-puing besar.

Analisis awal citra satelit oleh Planet Labs menunjukkan bahwa longsoran es dan batu memicu arus air yang sarat puing-puing di Sungai Lhende, sekitar 20 kilometer di timur lautpos perbatasan Rasuwagadhi antara Nepal dan Tiongkok.

Di lembah-lembah yang terdampak, lumpur tebal menyelimuti rumah-rumah, pohon-pohon, dan kendaraan. Sementara itu, rekaman udara memperlihatkan rumah-rumah yang runtuh, mobil-mobil yang terendam, serta jembatan yang hanyut terbawa arus deras.

Komisi Perencanaan Nasional dan Badan Statistik Nasional Nepal sedang meluncurkan studi untuk mengukur sejauh mana dampak kerusakan yang ditimbulkan terhadap perekonomian. Pasalnya banjir tersebut menerjang 15 proyek pembangkit listrik tenaga airdan menghentikan operasi pembangkit dengan kapasitas diperkirakan sebesar 431 megawatt, serta menyebabkan kerusakan parah pada pembangkit Rasuwagadhi, Chilime,
dan Sanjen.

“Di mana pun kita memandang, yang terlihat hanyalah kehancuran, Permukiman-permukiman di tepi sungai telah hanyut seluruhnya. Lima kerabat saya masih hilang,” kata Tula Bahadur BK, seorang tenaga kesehatan di Rasuwa, seperti dikutip dari Al Jazeera, Jumat (28/8).

Orang-orang lain yang terjebak dalam bencana tersebut sedang melakukan ziarah ke Gunung Kailash dan Danau Mansarovar, dua lokasi di dataran tinggi Tibet yang dipuja olehumat Hindu, Budha, dan penganut agama lain. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.