Siap-siap, AS Pertimbangkan Tarif Baru untuk Produk Semikonduktor Impor

Vecteezy.com/Siraphol Siricharattakul
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan menerapkan tarif baru terhadap semikonduktor impor yang digunakan di AS.
Penulis: Reihan Cahya
28/8/2026, 16.02 WIB

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan menerapkan tarif baru terhadap semikonduktor impor yang digunakan di AS. Kebijakan ini dikaji di tengah persaingan sengit para raksasa teknologi global untuk mengungguli Cina dalam pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan.

Tarif tersebut akan dikenakan pada jajaran produk teknologi yang lebih luas yang diproduksi bersamaan dengan cip, termasuk laptop, server pusat data, dan perangkat keras game. Informasi ini didapatkan Politico dari delapan orang sumber yang mengetahui masalah ini, Kamis (27/8).

Menurut laporan Politico, kebijakan tersebut masih berada pada tahap awal dan berpotensi mengalami perubahan signifikan dalam beberapa bulan ke depan. Kebijakan ini akan dilaksanakan melalui periode peluncuran bertahap.

Mengutip laporan CNBC, hingga saat ini Gedung Putih belum segera menanggapi permintaan komentar terkait kabar ini. “Memindahkan kembali produksi semikonduktor ke dalam negeri merupakan prioritas utama bagi Presiden Trump, yang kebijakannya telah berhasil menarik investasi senilai ratusan miliar dolar di sektor kunci ini,” kata juru bicara Gedung Putih kepada Politico

Tarif yang berlaku saat ini atas produk semikonduktor asal Tiongkok merupakan peninggalan tarif masa pemerintahan Joe Biden.

AS Wacanakan Tarif Baru untuk Produk Semikonduktor Sejak Tahun Lalu

Tahun lalu, Trump mengatakan ia berencana mengumumkan tarif baru terhadap produk semikonduktor dan cip, namun langkah-langkah tersebut tidak terlaksana. Presiden AS itu juga mengatakan bahwa ia bermaksud memberlakukan tarif sekitar 100%  terhadap semikonduktor dan cip yang diimpor. Namun, aturan tersebut tidak akan berlaku bagi perusahaan yang memproduksi cip dan semikonduktor di AS.

Pada bulan Januari, pemerintahan Trump telah memberlakukan tarif sebesar 25% terhadap cip berbasis teknologi akal imitasi atau artificial intelligence (AI) tertentu.

Perusahaan-perusahaan Tiongkok dilaporkan tetap dapat mengakses cip Nvidia meskipun ada pembatasan ekspor yang ketat dari AS. Para pengamat industri mengatakan akses ke komputasi canggih melalui penyedia layanan cloud luar negeri merupakan faktor kunci dalam peningkatan kemampuan model AI Tiongkok.

CNBC melaporkan para ahli sebelumnya mengatakan AS sedang membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) untuk menutup celah ini. Meski demikian, masih ada beberapa kendala yang harus diatasi sebelum undang-undang tersebut dapat memberikan dampak.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.