Kasus Corona Bertambah, Anies Siapkan Tempat Isolasi di Tiap Kelurahan

ANTARA FOTO/Suwandy
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Kanal Banjir Timur (KBT), Malaka Sari, Jakarta Timur, Minggu (15/12/2019). Anies menyiapkan tempat isolasi di setiap kelurahan DKI Jakarta bagi warga terpapar virus corona Covid-19.
16/4/2020, 19.11 WIB

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyiapkan tempat isolasi mandiri di setiap kelurahan bagi warga yang terpapar virus corona atau Covid-19. Ini adalah bentuk antisipasi bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah yang tak memiliki ruang untuk isolasi di tempat tinggalnya.

Nantinya warga yang menunjukkan gejala berhak menggunakan tempat isolasi dengan pengawasan ketat tenaga medis. Sedangkan total jumlah  kelurahan yang ada di Provinsi DKI Jakarta sebanyak 267.

Langkah ini menurut Anies penting lantaran penularan corona di Ibu Kota terus meningkat. Dikhawatirkan jika jumlah kasus positif bertambah banyak, maka rumah sakit tak dapat lagi menampung jumlah pasien.

"Kalau yang (ekonomi) lebih rendah satu ruangan bisa banyak kepala keluarga. Karena itu kami menyiapkan satu kelurahan ada banyak tempat bagi warga bisa melakukan isolasi mandiri," kata Anies saat menggelar rapat virtual bersama Tim Pengawas Penanganan Covid-19 DPR RI di Jakarta, Kamis (16/4).

Upaya itu juga menjadi salah satu cara memberikan pelayanan kesehatan secepat mungkin bagi orang-orang yang terindikasi terkena virus corona. Kendati demikian, Anies juga berharap pemerintah pusat memastikan jaminan sosial yang diberikan kepada masyarakat tak terlambat.

"Harapannya kalau ada yang terpapar bisa segera ditangani tapi kami ingin memastikan jaminan sosial ekonomi tercukupi," kata dia.

Adapun jumlah orang yang terinfeksi virus ini terus bertambah menjadi 5.516 orang. Jumlah pasien yang telah sembuh mencapai 548 orang, sedangkan 496 dinyatakan meninggal dunia.

"Sehingga total (pasien yang sembuh dari virus corona) menjadi 548 orang," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, Kamis (16/4).

Reporter: Tri Kurnia Yunianto