Rapid Test Corona Dimulai Jumat Sore Ini, Hasilnya Selesai 2 Menit

ANTARA FOTO/Moch Asim/
Warga mengantre untuk melakukan tes corona di Poli Khusus Corona, Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA), Surabaya, Jawa Timur, Selasa (17/3/2020).
Penulis: Dimas Jarot Bayu
Editor: Yuliawati
20/3/2020, 18.04 WIB

Presiden Jokowi mengumumkan akan memberikan tes cepat (rapid test) virus corona atau Covid-19 mulai hari ini. Juru bicara pemerintah terkait penanganan virus corona Covid-19 Achmad Yurianto menyebut hasil rapid test bisa diketahui dalam waktu cepat, sekitar dua menit sampai hasilnya keluar.

"Pemeriksaan massal akan menggunakan pemeriksaan melalui darah, diambil sedikit dengan alat, dengan kit, sehingga kemudian dalam waktu kurang dari 2 menit maka akan bisa kita selesaikan hasilnya," kata Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, Jumat (20/3).

(Baca: Deteksi Corona, Pemerintah Mulai Lakukan Rapid Test Hari Ini)

Meski demikian, Yurianto menilai sensitivitas dari rapid test tak akan sebaik ketika pemeriksaan menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR). Karena itu, orang-orang yang terinfeksi corona kurang dari sepekan bisa saja tak terdeteksi melalui rapid test.

Adapun, orang-orang yang terdeteksi positif melalui rapid test akan diperiksa kembali dengan metode PCR. "Jika positif dan bergejala maka bisa kami siapkan ruang perawatan," kata Yurianto.

Yurianto mengatakan, pemeriksaan dengan metode PCR ini tak akan dilakukan kepada seluruh elemen masyarakat. Pemeriksaan hanya akan dilakukan kepada orang-orang yang diduga melakukan kontak dekat dengan pasien positif corona melalui penelusuran kontak.

(Baca: Jokowi Siapkan 2 Juta Avigan dan 3 Juta Chloroquine untuk Obati Corona)

Selain itu, orang-orang yang akan diperiksa melalui rapid test harus berdasarkan analisa risiko. "Manakala risikonya rendah, tidak akan diperiksa melalui rapid test," kata Yurianto.

Presiden Jokowi sebelumnya menyatakan rapid test akan diprioritaskan di wilayah yang menurut hasil pemetaan terindikasi rawan terinfeksi corona, yakni Jakarta Selatan. Pemeriksaan melalui rapid test dimulai pada Jumat (20/3) sore.

"Hari ini pemerintah mulai lakukan rapid test sebagai upaya memperoleh indikasi awal apakah seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak," kata Yurianto.

(Baca: Pasien Positif Corona Bertambah Jadi 369 Kasus, 32 Orang Meninggal )

Reporter: Dimas Jarot Bayu