Perusahaan Listrik Negara (PLN) berusaha mencegah pemadaman listrik selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani mengatakan pihaknya telah menyediakan 2.540 unit genset untuk cadangan listrik.
Selain itu, seluruh pembangkit listrik PLN akan beroperasi penuh pada 18 Desember 2019 sampai 8 Januari 2020. Selama periode tersebut, PLN juga tidak akan melaksanakan pemeliharaan pembangkit listrik.
"Jaringan transmisi posisi beroperasi dan ada back up kalau terjadi sesuatu," kata Sripeni di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (13/12).
Dari sisi sumber daya manusia, PLN telah menyiagakan 29.200 petugas yang tersebar di 2.143 posko. Keseluruhan persiapan tersebut untuk memastikan tidak ada pemadaman listrik selama periode Natal dan Tahun Baru.
(Baca: Bos PLN Bakal Rampingkan 50 Anak Usaha)
Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebelumnya meminta aparat kepolisian, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk mencegah gangguan keamanan pada Natal dan Tahun Baru. Pemerintah ingin menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.
“Saya minta sinergi tindakan pencegahan, penangkalan, dari setiap potensi gangguan keamanan menjelang Tahun Baru ini,” kata Jokowi dalam rapat terbatas Persiapan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (13/12).
Dia juga meminta seluruh pihak memperkuat nilai toleransi, kerukunan, dan persaudaraan. Dengan demikian, Natal dan Tahun Baru dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Selain itu, Jokowi berharap kelancaran transportasi dijaga untuk menciptakan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan berkendara. Kecukupan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) pun harus dipastikan aman selama perayaan tersebut.
Di luar itu, para menteri diperintahkan untuk menjaga ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga pangan. “Saya ingin memastikan pasokan dan distribusi berjalan lancar,” ujar Jokowi.
(Baca: Jokowi Perintahkan Kabinetnya Cegah Gangguan di Natal dan Tahun Baru)