SKK Migas Ingin Pertamina EP Terapkan EOR Full Scale di Lapang Tanjung

Ilustrasi, logo Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dalam acara Gas indonesia Summit & Exhibition 2019 di JCC, jakarta Pusat (1/8). SKK Migas mendorong Pertamina EP menerapkan EOR secara penuh di Lapangan Tanjung.
29/11/2019, 15.22 WIB

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas meminta Pertamina EP menerapkan metode Enhanced Oil Recovery (EOR) secara penuh (full scale) di Lapangan Tanjung. Kegiatan itu diproyeksi dapat menaikkan produksi minyak Lapangan Tanjung hingga empat sampai lima kali lipat.

Biarpun begitu, peningkatan produksi minyak tidak berlangsung secara cepat. "Kami dorong untuk penerapan full scale. EOR ini kan begitu selesai injeksi tidak bisa naik, tapi butuh waktu," ujar Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman kepada katadata.co.id, Jumat (29/11).

Pertamina bersama mitranya, Repsol, telah menandatangani pokok-pokok kesepahaman penerapan EOR di Lapangan Tanjung. Kedua perusahaan tersebut bahkan sudah mengkaji komposisi cadangan minyak serta polymer dan surfaktan yang akan diinjeksikan ke dalam sumur.

Presiden Direktur Pertamina EP Nanang Abdul Manaf mengatakan uji coba penerapan metode EOR menggunakan metode chemical polymer di Lapangan Tanjung bakal rampung pada Desember tahun ini. Meski begitu, Nanang menyebut pihaknya belum mengkaji penerapan EOR secara full scale.

"Desember ini field trial sudah selesai di Tanjung untuk yang chemical polymer. Kalau SKK Migas ingin tambah lagi lapisan lain, kami lihat, apakah kami mau full scale atau tambah opsi lagi," kata Nanang.

(Baca: Jokowi Ancam Gigit yang Halangi Pemerintah Setop Impor Minyak)

Halaman:
Reporter: Verda Nano Setiawan