SKK Migas: Seismik 2D Pertamina Lewati Area potensi Giant Discovery

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Kru kapal beraktivitas di dalam Kapal Survei Seismik di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/11/2019). SKK Migas menyebut kegiatan eksplorasi migas berupa survei seismik 2D yang dilaksanakan Pertamina melewati dua area giant discovery.
12/11/2019, 19.55 WIB
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas mengungkapkan kegiatan eksplorasi migas berupa survei seismik 2D yang dilaksanakan Pertamina di wilayah terbuka akan melewati 29 cekungan, diantaranya Bangka Offshore area-Makassar Strait dan Buton Offshore. Kedua cekungan tersebut merupakan area dengan potensi migas besar (giant discovery)
 
Untuk itu, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto berharap kegiatan survei seismik dapat memberikan data yang akurat. Sehingga bisa dikembangkan menjadi wilayah kerja oleh Pertamina atau perusahaan migas lain. 
 
"Pertamina nanti akan lihat, tertarik di mana untuk dalami lebih jauh. Kemudian yang lainnya ditawarkan kepada perusahan yang lain," ujar Dwi pada Selasa (12/11). 
 
Kegiatan seismik 2D tersebut seharusnya selesai dalam waktu satu tahun. Namun, Dwi menargetkan kegiatan tersebut bisa rampung pada pertengahan 2020.  
 
"Tadi Pak Menteri mengatakan enam bulan saja, jangan setahun, tapi ketentuannya satu tahun" ujarnya.
Lebih lanjut, Dwi mengatakan potensi pencarian cadangan migas di area terbuka lebih menjanjikan dibandingkan eksplorasi di wilayah kerja eksisting. Pasalnya, potensi temuan cadangan migas di wilayah kerja eksisting tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan area terbuka. 
 
"Daripada dia pakai mengebor di wilayah eksisting yang tambahan produksinya, tapi cadangannya tidak terlalu besar. Kadang ada yang minta swap dengan area lain. Sekarang kami sarankan daripada swap, kami sarankan ke area terbuka," kata Dwi.
 
Selain Pertamina, SKK Migas mencatat kontraktor migas lainya seperti Exxonmobil dan ConocoPhillips akan melaksanakan survei seismik 2D di area terbuka. Namun Dwi tidak merinci rencana seismik 2D perusahaan tersebut.  
 
Reporter: Verda Nano Setiawan