Pertamina Mulai Pengadaan Rig untuk Mengebor Blok Mahakam Tahun Depan

Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi, pekerja beraktifitas di Lapangan Senipah, Peciko dan South Mahakam (SPS) yang merupakan tempat pengolahan minyak dan gas bumi dari Blok Mahakam, Kutai Kartanegara, Rabu (27/12). Pertamina mulai pengadaan rig untuk pengeboran sumur tahun depan.
23/9/2019, 21.57 WIB

Pertamina memulai proses pengadaan rig untuk kegiatan pengeboran sumur eksplorasi di Blok Mahakam pada tahun depan. Rencananya, Pertamina akan mengebor dua sumur eksplorasi di blok migas tersebut. 

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H. Samsu mengatakan pengeboran akan dilakukan pada kuartal III 2020. “Potensinya kalau berhasil bisa ekonomis. Ini kembali masalah eksplorasi, dia bisa jadi game changer, Insya Allah kalau berhasil, tunggu episode selanjutnya,” ujar Dharmawan saat ditemui di Gedung Pusat Pertamina, Senin (23/9).

Pertamina berharap mendapatkan cadangan migas baru dari kegiatan eksplorasi tersebut. Dengan begitu, Pertamina bisa mempertahankan produksi Blok Mahakam. “Supaya produksinya tetap sustainable sampai 2038,” kata Dharmawan.

(Baca: Pertamina Hemat Biaya 37% dengan Pengeboran Tanpa Rig di Blok Mahakam)

Selain melakukan pengeboran dua sumur eksplorasi, Pertamina juga mengebor 200 sumur pengembangan pada 2020. “Jadi namanya recovery, faktornya ditingkatkan, tapi yang tradisional tetap dilakukan, pengeboran sampai dengan 200 sumur,” katanya.

General Manager Pertamina Hulu Mahakam (PHM) John Anis menyebut pengeboran satu sumur eksplorasi tahun depan akan dilakukan di Lapangan Tunu dan satu lagi di Lapangan Peciko. Pengeboran tidak dilakukan di open area agar minim resiko.

"Ini bukan di open area, namun masih di dalam Wilayah Kerja Mahakam. Resiko tidak sebesar open area," ujarnya kepada Katadata.co.id beberapa waktu lalu.

Hingga awal September 2019, PHM telah merampungkan pengeboran 80 sumur di Blok Mahakam. Ini artinya, realisasi pengeboran telah mencapai sekitar 68% dari target yaitu 118 sumur.

(Baca: Pertamina Was-was Produksi Blok Rokan Terus Turun Seperti Blok Mahakam)

Reporter: Verda Nano Setiawan