Tumpahan Minyak Pertamina Ancam Pantai Utara Jakarta

ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar
Warga mengumpulkan tumpahan minyak (Oil Spill) yang tercecer di Pesisir Pantai Cemarajaya, Karawang, Jawa Barat, Senin (22/7/2019). Tumpahan minyak tersebut tercecer di sepanjang pantai Sedari hingga pantai Cemarajaya akibat kebocoran pipa proyek eksplorasi minyak milik Pertamina.
Penulis: Pingit Aria
2/8/2019, 12.12 WIB

Tumpahan minyak Blok ONWJ kini mengancam wilayah pesisir pantai utara Jakarta. Sebelumnya, tumpahan minyak Pertamina tersebut telah mencemari pantai Karawang dan Bekasi, Jawa Barat. Pemerintah pusat pun mengambil alih penanganan masalah ini.

"Langkah antisipasi diserahkan pada tingkat nasional karena sudah gawat darurat nasional," kata Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Dampak Pencemaran Lingkungan dan Kebersihan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara, Suparman, Jumat (2/8).

(Baca: Menteri Susi: Tumpahan Minyak di Blok ONWJ Pelajaran untuk Pertamina)

Menurut dia, jajaran instansi terkait dari Jawa Barat dan DKI Jakarta hari ini memenuhi undangan rapat yang digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk melakukan pembahasan intensif perihal penanganan masalah tersebut.

Rapat tersebut akan membahas sejumlah agenda penanganan pencemaran minyak yang terdeteksi bersumber dari Karawang, Jawa Barat, hingga merambah ke perairan Kabupaten Bekasi dan Kepulauan Seribu.

Suparman menyebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga dilibatkan dalam penanganan masalah ini.

(Baca: Pertamina Klaim Tumpahan Minyak di Blok ONWJ Sudah Berkurang 10%)

Ia menyebut, tumpahan minyak kini mengancam pantai utara Jakarta yang meliputi kecamatan Cilincing, Pademangan, dan Penjaringan. "Kalau tiga pesisir utara ini sampai terdampak, bisa berbahaya untuk nelayan. Sebab kawasan ini menjadi area tangkapan ikan," katanya.

Meski, menurut dia, hasil pengawasan tim di tiga kawasan tersebut hingga saat ini masih steril dari kontaminasi kebocoran minyak. Situasi itu juga diperkuat dengan monitoring laporan dari ribuan nelayan yang rutin beraktivitas di perairan Cilincing, Pademangan dan Penjaringan.

Reporter: Antara