Ada Gelembung Gas, Produksi Lapangan YY Blok ONWJ Mundur Tahun Depan

Katadata
Ilustrasi, rig migas lepas pantai. Pertamina Hulu Enegri (PHE) melaporkan adanya insiden gelembung gas ketika dilakukan pengeboran sumur YYA-1 pada Jumat, 12 Juli 2019.
19/7/2019, 21.24 WIB

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memproyeksi jadwal produksi Lapangan YY Blok Offshore North West Java (ONWJ) yang dioperatori Pertamina Hulu Energi (PHE ) bakal mundur hingga tahun depan. Deputi Operasi SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman mengatakan, mundurnya jadwal onstream di Lapangan YY terjadi karena muncul gelembung gas ketika dilakukan pengeboran di sumur YYA-1 pada Jumat, 12 Juli 2019.

Fatar mengatakan, tim SKK Migas bersama Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM, dan PHE ONWJ tengah menangani insiden tersebut. "Sumur pengembangan yang ada di PHE di Lapangan YY yang diharapkan bisa berproduksi di tahun ini sebesar 4.600 barel per hari, kemungkinan besar akan bergeser ke tahun depan," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung SKK Migas, Jumat (18/7).

Dia pun berharap insiden gelembung gas bisa ditangani segera. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa diselesaikan dan dalam waktu dekat kami bisa recover," ujarnya.

(Baca: Ada Gelembung Gas di Blok ONWJ, Target Lifting Migas Bisa Tak Tercapai)

Pertamina terpaksa menghentikan sementara kegiatan operasi Lapangan YY setelah muncul gelembung gas besar di sekitar anjungan lepas pantai YYA Blok ONWJ. Untuk mengantisipasi insiden tersebut, Pertamina menyiagakan perangkat penangkap tumpahan minyak dan mengevakuasi para pekerja. Hal ini guna menghindari kerusakan lingkungan akibat gelembung gas dan semburan minyak yang muncul di sekitar anjungan.

"Kami sudah siapkan semua seperti whale bump. Yang kami prioritaskan, pertama, keselamatan pekerja. Kedua, lingkungan terkait pencemaran. Itu kami persiapkan betul," katanya.

SKK Migas menargetkan Lapangan YY bisa mulai berproduksi pada September 2019. Lapangan YY diproyeksi bisa memproduksi minyak sebesar empat ribu barel per hari  dan  gas sejumlah 25 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Seluruh hasilnya bakal dipakai untuk kebutuhan domestik dan industri di sekitar wilayah kerja PHE ONWJ.

(Baca: Susah Dapat Rig, Realisasi Investasi Pertamina Hingga Mei US$ 97 Juta)

Reporter: Verda Nano Setiawan