Kementerian ESDM Imbau Badan Usaha Beli Solar dari Pertamina

Arief Kamaludin|KATADATA
Petugas pengisian bahan bakar melayani pembeli di sebuah SPBU di Jakarta.
16/7/2019, 00.00 WIB

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerin Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto mengimbau agar Badan Usaha Bahan Bakar Minyak (BBM) membeli solar dari Pertamina. Menurut dia, cara ini lebih ekonomis dibandingkan harus mengimpor solar.

Djoko menjelaskan, badan usaha nantinya bisa menawar harga solar yang dibeli dari Pertamina dengan cara bisnis ke bisnis (B to B). Namun, apabila stok solar milik Pertamina sudah habis, maka diperkenankan untuk impor.

"Yang teken rekomendasi (impor) kan saya. Sebelum diteken, saya akan suruh negosiasi dulu dengan Pertamina, selama barangnya ada bisa B to B," katanya, saat ditemui di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, Senin (15/7).

(Baca: Kementerian ESDM Sarankan AKR Beli Solar dari Pertamina)

Namun ia menegaskan, negosiasi bisa dilakukan sepanjang spesifikasi solar yang dibutuhkan oleh badan usaha sesuai dengan milik Pertamina. "Kalau cetane 48 Pertamina kelebihan, dengan Pertamina B to B. Kalau yang cetane 51 boleh impor," katanya.

Sebelumnya, PT AKR Corporindo Tbk (AKR) mengaku penyaluran subsidi solar tidak lagi menguntungkan setelah mengikuti formula harga yang baru. AKR pun menghentikan penjualan solar subsidi di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) sejak 12 Mei 2019. Sebab, penjualan solar subsidi dianggap tidak lagi ekonomis sejak diterbitkannya formula harga subsidi solar yang baru.

"Kami sudah sampaikan ke BPH Migas, harga jual solar tidak sesuai keekonomian, formula harga BBM kurang pas," kata Direktur AKR Suresh Vembu ke Katadata.co.id beberapa waktu lalu.

Alih-alih mengubah formula harga, pemerintah justru menyarankan AKR membeli solar subsidi dari Pertamina. Pemerintah yakin harga solar yang dibeli dari Pertamina lebih murah ketimbang impor solar. 

(Baca: Kinerja 2018 Pertamina Tertolong Piutang & Subsidi BBM dari Pemerintah)

Reporter: Fariha Sulmaihati