Bersaing dengan Airlangga, Bamsoet Ajak Cegah Aklamasi di Munas Golkar

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Wakil Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) yang juga inisiator Barisan Pemuda Partai Golkar (BPPG) Abdul Aziz (kedua kiri) bersama anggota mendeklarasikan dukungan kepada kader Golkar Bambang Soesatyo sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar di Jakarta, Minggu (16/6/2019).
Penulis: Fahmi Ramadhan
Editor: Yuliawati
8/7/2019, 15.17 WIB

Persaingan antara Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo (Bamsoet) dalam Musyawarah Nasional (Munas) Golkar semakin ketat. Bamsoet berharap penentu ketua umum berdasarkan pemilihan tertutup di Munas, bukan berdasarkan aklamasi atau persetujuan lisan dalam rapat tanpa proses pemilihan.

Bamsoet mencium upaya kubu lawannya merancang proses aklamasi dalam Munas Golkar. Proses aklamasi terjadi jika salah satu calon menggalang dukungan sebanyak-banyaknya dan tidak menyisakan dukungan bagi calon lain. Kondisi ini menjadi alasan calon tertentu mendapat dukungan mayoritas untuk dibawa ke sidang pleno partai.

"Kami melihat ada indikasi ke arah sana, seperti praktik yang terjadi sebelumnya. Ini tak boleh terjadi, Golkar tidak terbiasa Ketua Umum lahir dari rapat pleno atau aklamasi, tetapi lahir dari Munas  Golkar," kata Bamsoet di Kompleks Gedung DPR MPR RI, Jakarta, Senin, (8/7).

(Baca: Kursi Ketum Golkar Digoyang, Kubu Bamsoet Beberkan Kegagalan Airlangga)
 
Bamsoet menegaskan seharusnya pemilihan Ketua Umum Gokar melalui Munas Partai yang demokratis. "Kami mendorong pemilihan umum secara langsung di arena Munas secara tertutup. Pemilih merasa terjamin tidak diancam pemecatan," kata Bamsoet.

Bamsoet mengklaim saat ini mendapat dukungan dari DPD II yang berasal dari daerah Aceh dan Sulawesi Selatan. Menurutnya kedua daerah itu tidak hanya mendukung dirinya melainkan membuat dukungan untuk Airlangga juga. Ia mengungkapkan terdapat suasana cair di antara perwakilan kadernya di tiap daerah.

"Sehingga saya bersyukur sekali mereka-mereka sangat berani untuk mencegah terjadinya mobilisasi dukungan untuk praktik aklamasi. Sehingga kalau klaim sana 400 sini 400, ya tidak bisa dikatakan itu sebagai dukungan penuh untuk mengarah ke aklamasi," sebutnya.

Bamsoet rencananya akan mendeklarasikan diri dalam ajang Ketua Umum Golkar pada pekan ini. Bamsoet mendapat dukungan dari politisi senior Golkar Yorrys Raweyai mengklaim Bambang telah mendapatkan lebih dari 400 suara dukungan dan lebih dari 25 Dewan Perwakilan Daerah I.

"Dukungan akan terus bertambah kepada Pak Bamsoet terutama dari DPD Sulawesi Selatan yang akan dipimpin langsung Nurdin Halid," kata Yorrys.

(Baca: Airlangga dan Bamsoet Bersaing Ketum Golkar, Restu Jokowi Jadi Penentu)

Berdasarkan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Partai Golkar, di dalam Munas ada 34 suara DPD I, 514 suara DPD II, 10 suara dari organisasi masyarakat pendukung dan satu suara Dewan Pembina.

Sementara itu Ketua Koordinator Bidang Kepartaian DPP Partai Golkar Ibnu Munzir menekankan Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie tidak meminta dilakukan evaluasi terhadap kepemimpinan Airlangga Hartarto.

"Hanya (meminta) evaluasi yang memberikan gambaran saja bagaimana kegiatan yang sudah terlaksana terkait Pilpres dan Pileg 2019," kata Ibnu Mundzir seperti dikutip dari Antara.

Sebelumnya Ibnu Munzir mengatakan bahwa Dewan Pembina Golkar telah mengirimkan surat arahan kepada DPP Partai Golkar di mana salah satu isinya menyatakan bahwa pelaksanaan Musyawarah Nasional Golkar tetap dilakukan Desember 2019, atau mengacu kepada hasil Munaslub 2017. Ibnu Munzir menekankan dalam surat tersebut tidak ada permintaan evaluasi terhadap kepemimpinan Airlangga Hartarto.