Moeldoko Usul Pembangunan Integrasi Pangkalan Militer di Ibu Kota Baru

ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Ilustrasi. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengusulkan agar pembangunan integrasi pangkalan militer masuk dalam perencanaan ibu kota baru.
27/6/2019, 09.47 WIB

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengusulkan agar pembangunan integrasi pangkalan militer masuk dalam perencanaan ibu kota baru. Jadi, angkatan udara, laut, dan udara bisa dalam satu kawasan.

Impiannya, Indonesia bisa merayakan kemerdekaan sambil memperlihatkan kekuatan darat, laut, dan udara dalam satu momentum. “Ini kan impian. Saya pikir ini merupakan prestige sebuah negara yang menunjukkan kepada dunia luar atas kekuatan yang dimiliki," kata Moeldoko saat mengisi Dialog Ibu Kota Negara II di Gedung Bappenas, Rabu (26/6).

Karena itu, menurut dia, rencana pemindahan ibu kota akan berdampak positif bagi ketahanan negara. Jakarta yang selama ini menjadi pusat segala hal justru sangat rendah dihancurkan lawan. "Dengan perpindahan ibu kota baru, pertahanan negara semakin kuat karena pusat pemerintahan dan pusat ekonomi Indonesia tidak akan berada di satu wilayah," ucap dia.

(Baca: Perpindahan Ibu Kota, Jokowi Sebut Luas Gunung Mas Paling Cocok)

Selain itu, Moeldoko melihat lokasi ibu kota di Kalimantan sangat tepat karena letaknya simetris, di tengah Indonesia. Namun, perlu empat hal dalam mempertimbangkan strategi membangun kekuatan militer di pulau itu. Keempatnya adalah ancaman, sumber daya nasional, teknologi, dan kondisi geografis.

Terkait letaknya yang berbatasan dengan negara lain, menurut Moeldoko, Kalimantan memiliki hutan yang luas. "Nah, hutan ini bisa digunakam untuk medan pertempuran yang sangat menguntungkan, jadi tidak usah khawatir," katanya.

Moeldoko tak menampik jika perpindahan ini diperlukan upaya keras seluruh pihak. Namun, hal ini perlu dilakukan untuk memberi pengharapan kepada penduduk di luar Pulau Jawa. "Agar tidak selalu berpikir jawasentris seperti selama ini," ucap dia.

Pangkalan militer Indonesia saat ini masih terpisah dalam beberapa kawasan dengan jarak yang cukup jauh. Sebagai contoh, Pangkalan Angkatan Laut di di Surabaya yang terpisah jauh dengan Pangkalan Angkatan Udara di Halim Perdana Kusuma Jakarta. Selain itu, cukup banyak kekuatan keamanan berpusat di Jawa saat ini.

(Baca: Ibu Kota Pindah keluar Jawa, Ini Efek Berantai bagi Kemajuan Ekonomi)

Reporter: Agatha Olivia Victoria