Pertamina menandatangani kesepakatan dengan lembaga keuangan asal Korea Selatan (Korsel) K-Sure untuk peluang pendanaan sejumlah proyek strategis. Kesepakatan yang ditandatangani oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan CEO K-Sure Lee In Ho di Kantor Pertamina, Jumat (15/3).

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menjelaskan kesepakatan ini sangat penting mengingat Pertamina sedang menjalankan sejumlah proyek strategis di antaranya adalah proyek revitalisasi (Refinery Development Master Plan/RDMP) kilang Balikpapan.

Saat ini, proyek RDMP kilang Balikpapan telah memasuki masa pengerjaan konstruksi setelah sebelumnya Pertamina menunjuk konsorsium SK Engineering & Construction Co. Ltd., Hyundai Engineering Co. Ltd., PT Rekayasa Industri, dan PT PP (Persero) Tbk sebagai kontraktor.

(Baca: Aturan Presiden Soal Kilang Direvisi, Pertamina Harus Setor Modal)

“Pertamina berharap dengan adanya pendanaan dari K-Sure bisa mendukung proses pembangunan RDMP Balikpapan dan sejumlah proyek lainnya. Meskipun kesepakatan ini juga bisa terbuka untuk peluang bisnis lainnya,” kata Fajriah seperti dikutip dari siaran pers Pertamina, Jumat (15/3).

Ia menjelaskan, kesepakatan ini terbuka untuk pendanaan proyek migas, petrokimia, pembangkit listrik, dan lainnya. Kesepakatan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral kedua negara “Dan memperkuat kerja sama yang sudah terjalin di antara kedua belah pihak,” ujarnya.

(Baca: Jonan Ungkap Pentingnya Kilang Minyak di Tengah Era Kendaraan Listrik)

K-Sure merupakan lembaga ekspor kredit yang berada di bawah naungan Kementerian Perdagangan, Industri dan Energi Korea. Selama ini, K-Sure kerap mendukung investasi-investasi perusahaan Korea di luar negeri dengan menyediakan jaminan dan asuransi terkait ekspor produk dan jasa perusahaan Korea.