Mulai 2020, 84 Kargo LNG Tangguh Diekspor ke Singapura

twitter/@BP_Indonesia
Pengapalan LNG Tangguh yang keseribu.
5/3/2019, 15.12 WIB

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memberikan perijinan kepada BP Berau Ltd untuk mengekspor 84 kargo gas alam cair (Liquified Natural Gas/LNG) dari lapangan gas Tangguh Train III yang berasal dari Papua ke Singapura.

Hal tersebut Disampaikan oleh Direktur Jendral Migas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto setelah menghadiri acara workshop di Jakarta, Selasa (5/3). "Itu hasil lelang BP. Mereka minta persetujuan pemerintah. Nah, Pak Menteri (Ignasius Jonan) udah tandatangan Jumat kemarin," ujar Djoko.

Djoko mengatakan, bahwa ekspor 84 kargo itu akan dilakukan secara bertahap. Contohnya untuk tahun depan akan dilakukan pengiriman empat kargo. Kemudian pada 2021 hingga 2025 sebesar 16 kargo per tahun.

"Harganya bagus, sekitar 12,33% dari JCC (Japan Crude Cocktail)," ujar Djoko.

Tangguh Train 3 merupakan bagian dari Proyek Tangguh. Proyek kawasan pengembangan migas ini memiliki enam lapangan gas di wilayah Kontrak Kerja Sama (KKS) Wiriagar Berau dan Muturi di Teluk Bintuni, Papua Barat.

(Baca: Produksi LNG Tahun Ini Turun 18 Kargo)

Tangguh dioperasikan oleh BP Berau Ltd sebagai kontraktor SKK Migas. BP memegang 40,22% saham di proyek tersebut. Komposisi hak kelola BP meningkat dari semula 37,16% setelah Talisman keluar dari proyek tersebut

Pengelola lainnya adalah MI Berau B.V sebesar 16,30 persen, CNOOC Muturi Ltd 13,90%, Nippon Oil Exploration (Berau) Ltd 12,23%, KG Berau Petroleum Ltd sebesar 8,56%, KG Wiriagar Petroleum Ltd sebesar 1,44%. Lalu ada Indonesia Natural Gas Resources Muturi Inc dengan hak kelola 7,35%.

Proyek Tangguh sudah memiliki 2 train dengan kapasitas masing-masing 3,8 juta ton per tahun (MTPA). Dengan beroperasinya Train 3, total kapasitas proyek pengolahan gas ini akan mencapai 11,4 juta ton per tahun (MTPA).

BP Pertama kali mengapalkan LNG Tangguh pada 2009 ke terminal LNG Posco di Gwangyang, Korea Selatan. Tahun lalu perusahaan berhasil mengapalkan kargo LNG yang keseribu selama beroperasi di Indonesia. Gas alam cair itu dikirim ke Fujian, Tiongkok.

Reporter: Verda Nano Setiawan