Desa Tangguh Bencana Perlu Terus Dikembangkan

kemendesa.go.id
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyerahkan bantuan mobil operasional dan alat pengisap lumpur untuk Desa Banaran di Kabupaten Ponorogo yang didorong menjadi model Desa Tangguh Bencana.
Penulis: - Tim Publikasi Katadata
Editor: Arsip
17/12/2018, 17.06 WIB

Program desa tangguh bencana atau dikenal dengan sebutan singkat Destana, telah dimulai sejak 2012 dan menjadi program prioritas nasional. Program ini, menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bencana.

Desa Tangguh Bencana adalah desa yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan (Peraturan Kepala BNPB Nomor 1 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Desa/Kelurahan Tangguh Bencana).

Pemerintah-pemerintah daerah, dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), mengalokasikan dana untuk pembentukan dan pengembangan desa tangguh bencana. Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, serta Daerah Istimewa Yogyakarta setiap tahun terus membentuk maupun mengembangkan Destana.

Agustus 2018 lalu, Kabupaten Sleman misalnya, menambah pembentukan Destana di Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, sehingga kini kabupaten di DI Yogyakarta itu memiliki 44 desa tangguh bencana atau jumlah Destana di kabupaten ini sudah mencapai 50 persen dari 86 desa yang ada.


Bupati Sleman, Sri Purnomo, mengatakan sosialisasi dan mitigasi bencana penting karena Sleman memiliki potensi bencana, baik akibat faktor alam maupun non-alam.  "Agar mitigasi bencana dapat memberi manfaat secara optimal, maka mitigasi harus mengadopsi dan memperhatikan nilai-nilai kearifan lokal yang terproyeksi dalam semangat gotong-royong dan kebersamaan. Termasuk menjadi desa penyangga bagi desa lainnya," kata Bupati Sri Purnomo dalam pernyataan tertulisnya, yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Hukum Musta'in Aminun, saat pengukuhan Desa Tirtoadi sebagai Desa Tangguh Bencana di Lapangan Desa Tirtoadi, Senin, 20 Agustus 2018.

Di tempat terpisah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Buleleng juga merintis Desa Gitgit menjadi desa tangguh bencana. Pembentukan Destana di Desa Gitgit dilaksanakan pada 13-16 November 2018 di Balai Dusun Pererenan Bunut, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada.

Menurut situs Desa Gitgit, desa yang terletak di jalur utama transportasi Bali Utara dan Bali Selatan ini merupakan salah satu wilayah yang tergolong rawan bencana tanah longsor setiap tahunnya. Karena itu, pemerintah didorong untuk mengembangkan desa yang masyarakatnya mampu selalu siap-siaga menghadapi segala kemungkinan bencana.

Laporan kinerja BNPB 2017 menyebutkan, tahun lalu Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan telah memfasilitasi kegiatan pembentukan desa tangguh bencana di 24 provinsi, 36 kabupaten/kota, dengan jumlah desa yang dibentuk adalah 154 desa/kelurahan.

Dan sejak 2010 sampai dengan 2016, sudah lebih dari 43.000 potensi relawan penanggulangan bencana yang terdata di BNPB. Relawan tersebut berasal dari berbagai organisasi yang ada di Indonesia.

Reporter: Tim Publikasi Katadata