BNPB Seleksi Bantuan Asing Korban Tsunami Palu untuk Empat Hal

ANTARA FOTO/Biropers-Kris
Presiden Joko Widodo mengunjungi korban gempa bumi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9). Presiden memerintahkan jajarannya untuk memprioritaskan evakuasi korban sebagai langkah pertama penanganan bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah.
5/10/2018, 16.39 WIB

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menseleksi bantuan asing bagi korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah dengan kategori empat barang. Hal ini dikatakan Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho usai bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor, Jumat (5/10).

Keempat bantuan tersebut adalah transportasi udara, genset listrik, tenda, serta alat penyaring air. Keempatnya sangat dibutuhkan masyarakat yang terdampak gempa. “Jadi tidak bisa sesukanya, harus sesuai kebutuhan,” kata Sutopo.

(Baca juga: Ini Keringanan Pajak untuk Korban Gempa Palu)

Selain bantuan fisik, BNPB juga menerima bantuan uang yang dikirimkan ke rekening lembaga tersebut. Rekening penggalangan dana akan dikelola oleh Kementerian Luar Negeri dan penggunaannya untuk rehabilitasi. Namum Sutopo menyatakan belum mengetahui berapa besar uang yang diterima.

Sejauh ini, menurut dia, perkembangan penanganan dampak bencana dan bantuan berjalan baik. Jaringan listrik di wilayah terdampak telah pulih 50 persen. Sedangkan 70 persen pasokan bahan bakar minyak (BBM) telah kembali normal. “Telekomunikasi juga sebagian pulih. Perlu waktu memang,” kata dia.

Meski demikian, Sutopo mengakui masih ada empat kecamatan yang belum bisa terakses sepenuhnya untuk bantuan. Oleh sebab itu, aparat terus berusaha menembus daerah ini. Pada hari ini akan ada 21 alat berat yang masuk wilayah yang dilanda bencana, menambah alat berat saat ini yang baru 25 buah.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto awal pekan ini mengatakan para Duta Besar negara sahabat akan diajak membahas bantuan mereka dan disinkronkan dengan perencanaan pemerintah. (Baca juga: Antisipasi Bencana, Pemerintah Bakal Mengasuransikan Berbagai Aset)

Banyak negara yang bersedia mengulurkan bantuan. Beberapa di antaranya dari kawasan Asia Tenggara, Eropa, hingga Amerika. “Kami juga punya target dalam rangka penanganan pengungsi,” kata Wiranto.