PT Pertamina (Persero) memutuskan memilih perusahaan minyak dan gas bumi asal Rusia, Rosneft Oil Company untuk memasok Bahan Bakar Minyak (BBM) berkadar oktan 88 atau Premium. Terpilihnya Rosneft memasok BBM tersebut berdasarkan penilaian dalam tender terbuka yang dilakukan Pertamina.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan awal mula keikutsertaan Rosneft, ketika ada perjanjian kerjasama untuk membangun kilang minyak di Tuban, Jawa Timur. Pertamina menawarkan kerjasama lain selain pembangunan kilang tersebut.

“Dalam framework agreement dengan Rosneft, kami persilahkan opsi ikut tender asalkan memenuhi persyaratan sebagai Daftar Mitra Usaha Terpilih (DMUT),” kata dia kepada Katadata, Senin (8/8). (Baca: Jokowi Restui Rosneft Jadi Mitra Pertamina di Kilang Tuban)

Tender ini digelar oleh Integrated Supply Chain (ISC). Ratusan perusahaan migas pun ikut berpartisipasi dalam proses tender dan masuk dalam DMUT Pertamina. Setelah melalui beberapa proses penilaian Pertamina akhirnya memilih Rosneft.

Alasan Pertamina menunjuk Rosneft karena perusahaan tersebut menawarkan harga yang murah. Menurut informasi yang diperoleh Katadata, Rosneft menawarkan US$ 2 per barel lebih murah dari harga perkiraan Pertamina.

Namun, Wianda masih enggan menyebut berapa yang ditawarkan. "Kami mencari spesifikasi terbaik dengan harga kompetitif," ujarnya. (Baca: Pertamina Incar Minyak Murah dari 7 Negara)

Setelah memenangkan tender ini, Rosneft akan memasok BBM RON 88 sebanyak 1,2 juta barel selama enam bulan. Masa kontraknya disepakati mulai Juli hingga Desember 2016.

Dengan kontrak ini, Rosneft akan mengirim 200 ribu bare setiap bulanl. Sehingga Pertamina tidak perlu lagi mengolah minyak dari kilang, karena minyak dari Rosneft sudah berupa produk BBM yang langsung siap untuk didistribusikan. 

Untuk mekanisme pengirimannya, Pertamina menggunakan skema Free on Board (FOB) ke Tanjung Langsat, Malaysia. Artinya pihak Rosneft sebagai penjual atau eksportir hanya bertanggung jawab sampai barang berada di atas kapal (vessel). Setelah itu menjadi tanggung jawab Pertamina sebagai pembeli.

Sekadar informasi, sebelumnya Pertamina juga memilih bekerjasama dengan Rosneft untuk pembangunan Kilang Tuban. Pada Mei lalu kedua perusahaan menandatangani kerangka kerjasama proyek senilai US$ 15 miliar ini. (Baca: Investor Asal Arab dan Rusia Berebut Garap Proyek Kilang Tuban)

Menurut Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto, ada enam pertimbangan terpilihnya Rosneft menjadi mitra kerja Pertamina pada pembangunan Kilang Tuban. Pertama, kemampuan untuk menyuplai minyak mentah. Dalam hal ini, Rosneft memiliki sumber crude yang sangat besar. Kedua, aspek finansial di mana keuangan harus kuat untuk menjamin investasi. 

Ketiga, Rosneft berpengalaman dalam mengoperasikan kilang. Lalu, perusahaan asal Rusia itu pun memilki sejarah panjang dalam berinvestasi di luar negeri. Kelima, Rosneft menguasai teknologi kilang. Terakhir, strategi Rosneft sejalan dengan Pertamina. (Baca: Kontrak Kilang Tuban Diteken, Pertamina: 6 Alasan Pilih Rosneft)

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.