PT Pertamina (Persero) sudah menyatakan ketertarikannya mengambil alih Blok Sanga-Sanga. Bahkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor migas ini sudah menyiapkan dana investasi, jika pemerintah mengizinkan perseroan menggarap blok migas tersebut.

Senior Vice President Upstream Business Development Pertamina Denie S. Tampubolon mengatakan Pertamina akan mengambil alih blok Sanga-Sanga setelah kontraknya berakhir pada 2018. Bukan melalui mekanisme membeli atau farm out dari pemilik hak kelola blok tersebut sebelum kontrak berakhir. (Baca: Pertamina Incar 13 Blok Migas yang Kontraknya Akan Berakhir)

Pertamina sudah meminta untuk membuka ruang data Blok Sanga-sanga sejak awal tahun. Setelah melakukan proses buka ruang data atau data room, perusahaannya akan menyampaikan proposal untuk mengelola Blok Sanga-Sanga ke pemerintah Juni ini. “Masih ada beberapa kajian ulang di internal, tapi memang menuju kesana,” ujarnya kepada Katadata Rabu (3/6).

Dalam melengkapi data proposal tersebut, Pertamina masih perlu mengkaji nilai aset dari blok yang saat ini dioperatori VICO Indonesia. Selain itu Pertamina perlu menghitung nilai investasi yang disiapkan untuk mengelola Blok Sanga-Sanga. Sampai proposalnya sampai ke pemerintah, Pertamina belum mau menyebut berapa investasinya.

Menurut Denie, nilai investasi di Blok Sanga-Sanga tidak akan melebihi Blok Mahakam. Sebagai informasi, untuk mengelola Blok Mahakam, Pertamina akan menggelontorkan dana US$ 2,5 miliar atau Rp 33,96 triliun per tahun. "Produksi Sanga-sanga kan lebih kecil, investasi juga begitu," kata dia. (Baca: Perpanjang Dua Kontrak Blok Migas, Pertamina Siapkan Rp 3,3 Triliun)

Sementara Senior Vice President Upstream Strategic Planning and Operation Evaluation Pertamina Meidawati mengatakan dari proses evaluasi ruang data Blok Sanga-Sanga, cadangan migas Blok Sanga-Sanga masih besar. Sisa cadangan gas di blok migas tersebut saat ini sebesar 180 miliar kaki kubik (bcf) dan cadangan minyak sebesar 8 juta barel minyak (mmbo).

Meidawati juga mengatakan produksi gas dari blok yang berada di Kalimantan Timur itu saat ini sebesar 217 juta kaki kubik per hari (mmscfd), dan produksi minyak mencapai 12 juta barel minyak per hari (mmbod). Sedangkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016, lifting Blok Sanga-Sanga ditargetkan 193,88 juta kaki kubik (mmscfd) atau 16,8 persen dari target lifting gas nasional.

Blok Sanga-Sanga dianggap memiliki nilai strategis bagi bisnis Pertamina. Selain dapat memasok kebutuhan infrastruktur kilang LNG dan minyak Pertamina, fasilitas tersebut juga dapat diintegrasikan dengan Blok Mahakam, Blok East Kalimantan, dan juga wilayah kerja darat (onshore) anak usaha Pertamina (PT Pertamina EP). (Baca: VICO Indonesia Ajukan Perpanjangan Kontrak Blok Sanga Sanga)

Sampai saat ini blok ini dioperatori oleh VICO Indonesia. Adapun pemegang saham blok ini terdiri dari BP East Kalimantan sebesar 26,25 persen, Lasmo Sanga Sanga (26,25 persen), Virginia Indonesia Co LLC (7,5 persen), OPICOIL Houston Inc (20 persen), Universe Gas & Oil Company (4,37 persen), Virginia International Co LLC (15,63 persen).