Proyek Migas Bukit Tua Mulai Beroperasi April 2015

KATADATA
Penulis:
Editor: Arsip
22/10/2014, 12.00 WIB

KATADATA ? Perkembangan proyek minyak dan gas bumi (migas) di Lapangan Bukit Tua, Blok Ketapang, hingga awal Oktober sudah mencapai 65 persen. Pemerintah berharap proyek ini akan mulai beroperasi pada April tahun depan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Migas (SKK Migas) Johanes Widjonarko mengatakan produksi awal lapangan ini sebesar 5.000 barel minyak per hari dan 20 juta kaki kubik gas per hari. "Produksinya akan meningkat bertahap hingga mencapai puncak sebesar 20.000 barel minyak per hari dan 60 juta kaki kubik gas per hari," ujar Widjonarko dalam keterangannya kemarin.

Gas yang diproduksi dari lapangan ini akan dijual ke pembeli dalam negeri, yakni PT Petrogas Jatim Utama. Gas tersebut akan digunakan oleh pembangkit listrik tenaga gas dan uap Gresik, untuk memenuhi kebutuhan listrik di Jawa Timur.

Sebagaimana diketahui, pekan lalu, Petrogas dengan PC Ketapang II Ltd., Petronas Carigali (Ketapang) Ltd dan PT Saka Ketapang Perdana telah menandatangani amandemen perjanjian jual beli gas di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Menurut Widjonarko, dari amandemen ini akan menambah penerimaan negara sebesar US$ 105 juta atau Rp 1,2 triliun.

Widjonarko juga mengatakan salah satu kemajuan pengembangan proyek ini adalah rampungnya fasilitas produksi, penyimpanan, dan pengangkutan terapung (floating production storage and offloading/FPSO). FPSO sepanjang 233 meter ini, dibuat di Galangan Kapal Keppel Singapura, dan diberi nama Ratu Nusantara, yang mewakili kemitraan Indonesia dan Malaysia di Kepulauan Nusantara.

Ratu Nusantara memiliki fasilitas pengolahan 25.000 barel minyak per hari dan 77 juta kaki kubik gas bumi per hari, serta 20.000 barel air per hari. Kapal ini juga dirancang mampu menyimpan hingga 630.000 barel minyak yang telah diproses.

Petronas Carigali Ketapang Ltd, bekerja sama dengan PT M3 Ketapang Sejahtera (konsorsium M3nergy dari Malaysia dan PT Transamudra Usaha Sejahtera dari Indonesia) untuk menyewa FPSO tersebut. Sementara Petronas Carigali merupakan operator Lapangan Bukit Tua. Lapangan Bukit Tua awalnya dikelola Conoco Philips  bermitra dengan Petronas. Sejak 25 Juli 2008 lapangan ini sepenuhnya dikelola Petronas.

Reporter: Safrezi Fitra