Pemerintah Sebut Sudah Ada 89 Laboratorium Bisa Gelar Tes Covid-19

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.
Alat tes swab virus Corona di Laboratorium Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin (6/4/2020). Total ada 89 laboratorium yang bisa periksa uji spesimen Covid-19
29/4/2020, 17.39 WIB

Pemerintah menyampaikan bahwa hingga hari Rabu (29/4), sudah ada 89 laboratorium telah aktif melakukan pemeriksaan virus corona Covid-19. Dari jumlah tersebut, 48 adalah fasilitas uji yang berada di rumah sakit seluruh Indonesia.

Lalu 15 laboratorium merupakan fasilitas milik perguruan tinggi, 18 adalah jejaring milik Kementerian Kesehatan, lima adalah jejaring di daerah (Labkesda). Sedangkan tiga adalah laboratorium Balai Veteriner Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

Juru bicara nasional penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, berbagai laboratorium tersebut telah memeriksa 86.985 spesimen dengan metode polymerase chain reaction (PCR). Jumlah spesimen itu didapatkan dari 67.784 pasien.

“Dari pengumpulan data hingga 12.00 WIB tadi, jumlah laboratorium aktif mencapai 89,” kata Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, Rabu (29/4).

(Baca: 74.785 Warga Jakarta Ikuti Rapid Test, Persentase Positif Corona Turun)

Hasilnya, total kasus positif di Indonesia saat ini sebanyak 9.771 orang. Selain itu ada 21.653 merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) yang jadi prioritas pemeriksaan di laboratorium. “Agar kami bisa konfirmasi hasilnya,” katanya.

Sementara itu, jumlah pasien yang telah sembuh dari corona sebanyak 1.391 orang. Ada penambahan 137 pasien yang sudah dinyatakan dua kali negatif dari virus tersebut pada hari ini. Adapun, jumlah pasien yang meninggal dunia akibat corona mencapai 784 orang. Ada penambahan 11 kasus kematian yang diumumkan hari ini.

(Baca: Positif Corona di RI 9.771 Kasus, Nyaris 1.400 Pasien Telah Sembuh)

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan 10 ribu tes PCR dapat dilakukan tiap hari. Apalagi Indonesia masuk dalam daftar negara dengan tingkat pengetesan virus corona terendah di dunia. "Saya ingin tes PCR ini betul-betul bisa diperluas jangkauannya," kata Jokowi beberapa pekan lalu.


Reporter: Dimas Jarot Bayu