Pengeboran Proyek Meliwis Terkendala, Tambahan Produksi Gas Terhambat
SKK Migas terus berupaya meningkatkan produksi migas pada tahun ini. Biarpun begitu, upaya tersebut kerap menemui kendala.
Salah satu contohnya yaitu pengembangan proyek Meliwis yang dikerjakan oleh Ophir Indonesia (Madura Offshore) Pty.Ltd. Proyek tersebut diproyeksi bisa berproduksi pada Juni 2020. Namun, jadwal produksi terpaksa mundur karena masalah operasional saat pengeboran.
"Drill pipe terjepit. Kami sedang cari jalan keluar yang terbaik," kata Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno kepada katadata.co.id, Selasa (5/5).
Lebih lanjut, Julius mengatakan, pihaknya bersama Ophir tengah mencoba pengeboran dengan metode side track. Dengan metode tersebut, proses pengeboran diproyeksi memakan waktu hingga tiga bulan.
SKK Migas pun berharap proses pengeboran bisa berjalan lancar agar proyek Meliwis bisa beroperasi pada tahun ini. Sebab, proyek tersebut bisa menambah produksi gas sebesar 20 MMSCFD.
(Baca: SKK Migas: Lifting Tahun Ini Tak Capai Target Karena Pandemi Corona)
(Baca: Produksi Train II Terganggu, Lifting Gas Blok Tangguh Tak Capai Target)
Di sisi lain, proyek pengembangan Lapangan Bukit Tua Phase-3 yang dikelola oleh Petronas Carigali Ketapang II Ltd bisa selesai tepat waktu. Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyatakan proyek tersebut menambah produksi gas sebesar 31,5 MMSCFD dan minyak sebesar 3.182 BOPD.
"Proyek pengembangan Bukit Tua Phase-3 merupakan proyek yang sangat penting mengingat tambahan produksi migas yang dihasilkan cukup besar, sangat bermanfaat bagi konsumen, khususnya di Jawa Timur," ujar Dwi.
Proyek yang berada di perairan Madura itu menyerap dana investasi sebesar US$ 15,1 juta. Proyek tersebut merupakan proyek kelima yang mulai produksi pada tahun ini.
Adapun, keempat proyek yang telah berproduksi sebelumnya yaitu proyek Grati Pressure Lowering, pengembangan Lapangan gas Randugunting, pengembangan Lapangan gas Buntal-5, dan pembangunan Sembakung Power Plant. Proyek-proyek tersebut menambah produksi gas sebesar 80 MMSCFD dan menghasilkan listrik 4 megawatt.
(Baca: KLHK Setujui Revisi Amdal, Produksi Blok Cepu Bisa Capai 230 Ribu BOPD)