Nuklir Bisa Percepat Target Bauran Energi Baru Terbarukan

Katadata
Penulis: Tim Publikasi Katadata - Tim Publikasi Katadata
Editor: Doddy Rosadi
10/3/2021, 08.57 WIB

Padahal, kata Kepala Batan Tenaga Nuklir Nasional Anhar Riza Antariksawan,  nuklir adalah salah satu sumber energi yang paling aman di dunia. Sejumlah negara sudah mulai membangun PLTN untuk keperluan energi mereka.

“Uni Emirat Arab, Turki dan Bangladesh sudah membangun pembangkit listrik tenaga nuklir. Saya pikir teknologi nuklir yang paling siap dan harus mulai dipertimbangkan,” kata Anhar dalam webinar Future Energy Tech & Innovation Forum yang diselenggarakan Katadata pada sesi 'A Place for Nuclear Energy in the Indonesian Energy Mix, Selasa (9/3/2021).

Anhar menambahkan, nuklir juga bisa membantu mempercepat pencapaian target bauran energi baru terbarukan. Pada 2020, bauran energi terbarukan baru sekitar 11,5 persen padahal target yang harus dicapai adalah 23 persen pada 2025.

Kata Anhar, pemanfaatan energi nuklir memang menjadi pilihan terakhir dengan alasan keamanan. Akan tetapi, telah dilakukan kajian mendalam serta juga penggunaan teknologi dalam pengoperasian nuklir yang aman.

“Pengembangan energi nuklir harus dimulai karena kebutuhan energi yang meningkat serta keperluan terhadap energi yang bersih untuk mengurangi emisi karbon. Di sini lah peran energi nuklir yang harus mulai dimanfaatkan,” jelasnya.

Anhar menambahkan, Indonesia sudah siap untuk menggunakan energi nuklir. Berdasarkan hasil studi Integrated Nuclear Infrastructure Review yang dilakukan IAEA pada 2009, 16 dari 19 infrastruktur PLTN untuk fase 1 sudah siap.

“Sumber daya manusia juga sudah tersdia yaitu lulusan STTN dan teknik nuklir UGM, ITB dan perguruan tinggi lain. Dari sisi regulasi juga sudah ada sejumlah aturan dan SDM regulator serta telah dilakukan survei tapak PLTN di sejumlah daerah,” jelasnya.