Jumlah kasus Covid-19 menunjukkan tren kenaikan sejak masa libur lebaran. Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengatakan, peningkatan jumlah kasus ini membuat Indonesia berpotensi mengalami lonjakan kasus Covid-19 seperti yang terjadi di India.

Dicky mengatakan, Indonesia saat ini sedang memasuki masa puncak sampai akhir Juni 2021. Potensi puncak ini masih didominasi oleh varian alpha yakni B117. Namun, ia memperkirakan, tidak lama setelah itu, potensi puncak selanjutnya akan terjadi dan didominasi oleh varian delta atau B.1.617.2. "Ini yang menyebabkan kita berpotensi menjadi seperti India," ujar Dicky kepada Katadata, Jumat (11/6).

Dicky mengatakan, hal tersebut bisa dihindari jika semua pihak bekerja sama dan sigap dalam melakukan upaya-upaya pencegahan. Gerakan 3M, yakni menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun terbukti efektif mencegah penularan virus corona.

Ia mengatakan, upaya yang paling penting untuk dilakukan adalah dengan meningkatkan sistem deteksi kasus, dengan begitu, potensi adanya penyebaran akan berkurang. “Karena dengan menemukan kasus lebih cepat, kita bisa mengupayakan isolasi dan karantina, termasuk kepada orang-orang yang rentan tertular,” kata dia.

Selain itu, sistem layanan kesehatan juga harus diperkuat, mulai dari kapasitas rumah sakit, tenaga kesehatan, sampai dengan sistem rujukan. Hal ini dilakukan dengan tujuan, ketika terjadi lonjakan kasus, fasilitas kesehatan yang ada sudah siap dan tidak timbul kekacauan akibat kurangnya persiapan.

Sebagaimana diketahui, kasus Covid-19 di Indonesia mencapai puncaknya pada 30 Januari 2021 dengan tambahan 14.518 kasus. Kemudian, pada 23 Februari 2021 lalu, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia bertambah 9.775 kasus. Namun, saat itu tren kasus harian Covid-19 cenderung menurun.

Tambahan kasus Covid-19 pada 9 Juni 2021 yang mencapai angka 7.725 menjadi jumlah tertinggi sejak 3 bulan terakhir. Tambahan kasus di angka 7.000-an terakhir kali terjadi pada 4 Maret 2021. Sejak saat itu tambahan kasus harian berkisar pada angka 4.000-an hingga 6.000-an.

Simak Databoke berikut: 

Lonjakan kasus dalam beberapa hari terakhir, disebabkan oleh mobilitas warga yang nekat melakukan mudik lebaran meski sudah dilarang oleh pemerintah. Di daerah seperti Kudus, ritual ziarah makam Wali diduga turut menjadi klaster penyebaran virus corona.

Kondisi ini mirip dengan yang terjadi di India, di mana kasus Covid-19 melonjak setelah perayaan kumbh mela yang diwarnai dengan ritual mandi bersama di Sungai Gangga oleh jutaan umat Hindu.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan