Sandiaga Uno: Ekonomi Kreatif Indonesia Mampu Salip Korsel dan AS

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww/wsj.
FOTO ARSIP: Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno tiba untuk menjalani tes kesehatan di RSPAD, Jakarta, Senin (13/8/2018).
Penulis: Dimas Jarot Bayu
18/9/2021, 17.44 WIB

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno meyakini kontribusi sektor ekonomi kreatif Indonesia terhadap perekonomian nasional mampu menyaingi Korea Selatan dan Amerika Serikat. Sebab, sektor ini di Indonesia punya potensi yang besar untuk berkembang.

Pada saat ini saja, Sandiaga menyebut produk domestik bruto (PDB) yang berasal dari sektor ekonomi kreatif telah mencapai Rp 1.200 triliun. Jumlah tersebut telah berkontribusi sebesar 7,4% terhadap PDB nasional.

Dia pun memperkirakan target kontribusi ekonomi kreatif 8 - 10 % terhadap PDB bisa tercapai. Bahkan, "Bukan mustahil kita mencapai 15 % dan menyalip Korea sebagai posisi nomor dua, karena sekarang kita di posisi ketiga. Amerika dengan Hollywood, Korea dengan K-pop," kata Sandiaga dalam acara Wealth Wisdom 2021: Step Up the New Creative Economy yang diselenggarakan Bank Permata bersama Katadata pada Sabtu (18/9).

Demi mencapai target tersebut, Sandiaga menilai kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor ekraf perlu ditingkatkan melalui berbagai pelatihan dan pendampingan. Hal tersebut dibutuhkan demi mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru dari sektor ekraf.

Sandiaga pun menilai perlu adanya peningkatan infrastruktur untuk mendorong perkembangan sektor ekraf, khususnya dari segi jangkauan jaringan. Hal yang tak kalah pentingnya terkait dengan pemanfaatan teknologi digital.

"Ini yang kita harapkan akan meningkatkan sektor unggulan dan sektor prioritas ekonomi kreatif," kata Sandiaga.



Tak hanya itu, Sandiaga menyebut pihaknya terus mendorong promosi dan membuka akses permodalan terhadap berbagai produk ekraf buatan dalam negeri. Pemerintah pun juga berupaya melindungi hak kekayaan intelektual dari produk-produk ekraf di Indonesia.

"Sektor ekraf harus kita lindungi agar kreasi anak bangsa ini bisa memiliki nilai tambah," kata Sandiaga.

Lebih lanjut, Sandiaga mendorong para pelaku sektor ekraf di dalam negeri bisa berkolaborasi. Menurutnya, sektor ekraf di Indonesia selama ini terlalu fokus pada kompetisi.

Padahal, dia menilai kolaborasi menjadi hal penting untuk bisa bertahan di era yang tak menentu seperti saat pandemi virus corona Covid-19. "Kita lupa nilai luhur bangsa kita adalah gotong royong. Jadi kita sangat perlu dengan kolaborasi," kata dia.