Mutasi Covid-19 Varian Delta AY.4.2 Asal Inggris Muncul di Thailand

ANTARA FOTO/REUTERS/Chalinee Thirasupa/hp/cf
Seorang perempuan memakai masker pelindung membuat pagoda pasir saat liburan Songkran yang memperingati Tahun Baru Thailand di Bangkok, Thailand, Selasa (13/4/2021).
Penulis: Rizky Alika
Editor: Yuliawati
27/10/2021, 13.13 WIB

Thailand mendeteksi kasus pertama mutasi virus Covid-19 dari varian Delta asal Inggris, AY.4.2. Kasus ini ditemukan seminggu menjelang Thailand membuka kedatangan pengunjung internasional yang telah divaksinasi.

Departemen Pengendalian Penyakit (DDC) Thailand mengatakan varian tersebut menginfeksi seorang pria 49 tahun yang bekerja di Provinsi Ayutthaya. Pria itu tidak memiliki riwayat perjalanan ke daerah berisiko atau ke luar negeri.

“Kasus ini ditemukan oleh Departemen Medis Angkatan Darat pada bulan September,” kata Direktur Divisi Ppengendalian Penyakit dan Bahaya Kesehatan Darurat DDC Chawetsan Namwat, seperti dikutip dari The Straits Times, pada Rabu (27/10).

Pasien tersebut kini telah sepenuhnya pulih dari Covid-19. Negeri Gajah Putih itu pun tidak menemukan kasus AY.4.2 baru.

Meski begitu, Namwat mengkhawatirkan menyebarnya varian Delta Plus yang kemungkinan sedikit lebih menular dibandingkan varian Delta.
Varian Delta Plus berasal dari Inggris yang terdeteksi pada 6% pasien Covid-19.

Wakil Menteri Kesehatan Satit Pitutecha mengatakan, munculnya varian baru saat pandemi menjadi hal yang umum. Kemunculan varian itu bisa terjadi secara signifikan apabila varian lebih mudah menular, menyebabkan keparahan kasus, dan kebal terhadap vaksin. "Pihak berwenang akan memantau situasi dengan cermat," ujar dia.

Kasus baru Covid-19 di Thailand pada Selasa (26/10) turun menjadi 7.706 kasus. Angka tersebut menjadi yang terendah sejak awal Juli.

Penurunan kasus ini membuat Thailand akan mengizinkan pengunjung mancanegara dengan syarat telah menerima vaksin untuk masuk ke wilayahnya. Kebijakan ini hanya berlaku bagi pengunjung dari 46 yurisdiksi.

Para pengunjung diizinkan masuk ke Thailand tanpa kewajiban karantina. Peraturan ini berlaku mulai 1 November mendatang untuk meningkatkan industri pariwisata.

Pemerintah Indonesia pun terus memonitor perkembangan varian baru virus Covid-19 AY.4.2. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan AY.4.2 mengatakan varian tersebut turut berperan meningkatkan kasus konfirmasi di Inggris terutama pada periode Juli-Oktober 2021. "Dan ini masih terus meningkat," ujarnya, Senin (25/10).

Meskipun varian AY.4.2 belum masuk Indonesia, pemerintah turut memantau perkembangan terbaru. Apalagi ia menilai potensi penularan varian AY.4.2 juga cukup mengkhawatirkan.

Di Indonesia kasus Covid masih melandai dengan tingkat kepositifan (positivity rate) virus corona Covid-19 menurun. Salah satunya positivity rate di DKI Jakarta sebesar 0,2% per 25 Oktober 2021.

Selama sepekan terakhir, rata-rata positivity rate corona di Jakarta sebesar 0,4%. Jumlah ini menurun dibandingkan rata-rata positivity rate pada pekan sebelumnya yang sebesar 0,7%. Angkanya pun lebih rendah dari periode yang sama bulan sebelumnya yang mencapai 0,9%. Berikut grafik Databoks:

Reporter: Rizky Alika

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan