Es Teh Indonesia Somasi Konsumen Usai Kritik Minuman Terlalu Manis

Website Es Teh Indonesia
Manajemen PT Es Teh Indonesia Makmur (Es Teh), melayangkan somasi kepada salah satu konsumennya.
Penulis: Syahrizal Sidik
25/9/2022, 16.21 WIB

Manajemen PT Es Teh Indonesia Makmur (Es Teh), melayangkan somasi kepada salah satu konsumennya. Somasi ini dilakukan buntut protes oleh pelanggan bernama Gandhi di akun Twitternya @Gandhoyy yang menyebut minuman Es Teh terlalu manis. 

Brian Michael selaku tim legal Es Teh menyampaikan, pada prinsipnya perusahaan selalu membuka pintu terhadap kritik dan saran dari konsumennya.

Namun, perusahaan menyatakan keberatan dengan unggahan yang disampaikan Gandhi mengenai pernyataan atas rasa manis pada produk yang bersifat subjektif. Selain itu, Es Teh juga telah memberikan opsi lain sesai kebutuhan konsumen.

"Sehingga kurang pantas menyatakan bahwa produk Chizu Red Velvet (minuman) seperti gula seberat 3 kg. Kami menganggap pernyataan tersebut dapat menyebabkan pemberian informasi keliru dan/atau menyesatkan kepada konsumen/publik," ungkap Brian, dalam keterangannya, Minggu (25/9). 

Tidak hanya itu, pada poin somasi, yang memberatkan manajemen Es Teh adalah adanya kata-kata hewan dan kata yang kurang baik lainnya yang ditujukan kepada perusahaan selaku pemilik merek dan pencipta produk tersebut. 

Atas dasar itulah, Es Teh melakukan somasi dan meminta agar Gandhi melakukan penghapusan unggahannya dan merilis pernyataan klarifikasi. Pantauan Katadata.co.id, saat ini tagar #Es Teh dan #Somasi tetap menjadi isu yang ramai diperbincangkan di Twitter. 

"Dengan ini kami memperingatkan dan menegur dengan keras (somasi) saudara untuk segera melakukan penghapusan dan klarifikasi pernyataan (tweet) pada akun twitter pribadi saudara, paling lambat 2x24 jam sejak tanggal surat ini," ungkap manajemen Es Teh.

Usai menerima somasi, Gandhi melalui Twitternya kemudian meminta maaf dan menghapus unggahannya mengenai kritik minuman Es Teh dan menyebut telah membuat twit yang mencemarkan nama baik perusahaan yang dipimpin Nagita Slavina itu.

"Saya sendiri ingin memohon maaf kepada PT. ES Teh Indonesia Makmur karena saya telah membuat tweet yang ramai diperbincangkan publik yang berhubungan dengan salah satu produknya yaitu 'Chizu Red Velvet," tulis Gandhi, Minggu (25/9).

"Saya beropini dan sekaligus menjelekkan nama produk, pemberian informasi yang keliru, kandungannya, dan nama perusahaan. Sekali lagi saya memohon maaf terhadap tweet yang saya buat atas pencemaran nama baik PT ES Teh Indonesia Makmur," ungkapnya.