Memahami Nilai-nilai Falsafah Pancasila Beserta Maknanya

Freepik
Ilustrasi, lambang negara Republik Indonesia, Pancasila.
Editor: Agung
13/12/2022, 14.32 WIB

Pancasila merupakan dasar negara yang memiliki 5 sila di dalamnya. Falsafah Pancasila juga perlu dipahami maknanya agar dapat menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), falsafah merupakan anggapan, gagasan, dan sikap batin yang paling dasar yang dimiliki orang atau masyarakat. Pengertian lainnya yakni merupakan pandangan hidup.

Berkaitan dengan hal tersebut falsafah Pancasila yakni merupakan anggapan, gagasan, dan sikap batin mendasar dari masyarakat terkait dengan Pancasila. Masyarakat Indonesia pun harus memaknai falsafah Pancasila dalam kehidupan kesehariannya.

Pancasila itu sendiri merupakan dasar negara sebagai falsafah bangsa dan negara. Falsafah Pancasila terdiri dari 5 sila yakni (1) Ketuhanan Yang Maha Esa, (2) Kemanusiaan yang adil dan beradab, (3) Persatuan Indonesia, (4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan, dan (5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kelima sila tersebut tercantum pada Alenia 4 UUD 1945.

Pemahaman Falsafah Pancasila dalam Masing-masing Sila

Untuk memahami lebih lanjut terkait falsafah Pancasila, berikut ini ulasan mengenai masing-masing makna dalam Pancasila.

1. Falsafah Pancasila Sila Ke-1: Ketuhanan yang Maha Esa

  • Indonesia mengamalkan ajaran agama dengan adab dan menghormati satu sama lain.
  • Bangsa Indonesia wajib menyembah Tuhannya dan beribadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing dengan leluasa, beradab, dan berkeadilan.
  • Bangsa Indonesia melaksanakan perintah agama dan kepercayaan masing-masing dengan tetap mengedepankan harmoni dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara.
  • Bangsa Indonesia tak memaksakan agama dan kepercayaan tertentu yang dianut oleh warga negaranya. Setiap warga negara berhak memilih dan menjalankan agama dan kepercayaan yang dianutnya.

2. Falsafah Pancasila Sila Ke-2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

  • Indonesia adalah negara yang merdeka, bersatu dan berdaulat. Namun, Indonesia bukanlah negara chauvisik yang merendahkan bangsa lainnya.
  • Indonesia merupakan bagian dari dan juga bekerja sama dengan masyarakat bangsa-bangsa di dunia.
  • Bangsa Indonesia adalah bangsa yang ingin bergaul dengan bangsa lain dan saling menghormati serta nasionalisme dan kearifan lokal bangsa yang tumbuh subur di dunia.
  • Indonesia juga bagian dari kemanusiaan universal yang menjunjung tinggi HAM, persaudaraan berdasarkan nilai keadilan dan keadaban.
  • Indonesia mengakui dan memperlakukan manusia sederajat sesuai harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan YME.
  • Bangsa Indonesia juga mengembangkan sikap tenggang rasa, tepa slira dan memahami adanya perbedaan suku, ras, agama, dan kepercayaan merupakan keniscaryaan yang tak boleh menimbulkan adanya pertentangan.
KERAJINAN KAYU SUVENIR RESMI KTT G20 BALI (ANTARA FOTO/Umarul Faruq/wsj.)

3. Falsafah Pancasila Sila Ke-3: Persatuan Indonesia

  • Indonesia bukan hadir karena persatuan perangai karena persatuan nasib, tetapi lebih dari itu. Indonesia hadir karena ada persatuan antara orang dengan tanah air yang ditinggalinya.
  • Persatuan Indonesia bernafaskan semangat kebangsaan melindungi seluruh tumpah darah Indonesia. Bangsa ini memiliki nasib dan tanggungan yang sama dalam bingkai NKRI.
  • Persatuan Indonesia merupakan sikap kebangsaan yang menghormati perbedaan dan keberagaman masyarakat dan bangsa Indonesia.
  • Bangsa Indonesia juga mampu menempatkan persatuan serta kesatuan serta kepentingan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
  • Warga Negara Indonesia juga mengembangkan rasa cinta tanah air dan bangsa. WNI juga bersedia berkorban untuk kepentingan negara dan bangsanya jika diperlukan.
  • WNI juga mampu mengembangkan rasa bangga berkebangsaan dan bertanah air Indonesia

4. Falsafah Pancasila Sila Ke-4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan

  • Indonesia bukanlah didirikan untuk satu golongan saja, tetapi untuk semua yang bertanah air Indonesia. Penyelenggaraannya berdasarkan permusyawaratan perwakilan.
  • Indonesia merupakan negara demokrasi dan mengakui serta menjunjung tinggi kedaulatan rakyat.
  • Indonesia menghormati dan menjunjung tinggi keputusan yang dicapai hasil musyawarah. Hal ini harus dilakukan dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
  • Indonesia tidak mengenal sistem diktator oleh kelompok maupun pihak mayoritas dan tirani minoritas.

5. Falsafah Pancasila Sila Ke-5: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

  • Secara lahiriyah maupun batiniyah, Indonesia didirikan untuk memajukan kesejahteraan rakyat Indonesia.
  • Negara Indonesia yang merupakan negara demokrasi ini mengakui dan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat. Negara ini juga mengutamakan prinsip permusyawaratan dalam lembaga perwakilan rakyat.
  • Negara Indonesia juga menjamin setiap warga negara memperoleh pendidikan, pekerjaan dan penghidupan yang layak, bermartabat, dan berkeadilan.
  • Bangsa Indonesia juga mengambil keputusan dengan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan dalam semangat kebijaksanaan dalam permusyawaratan agar terwujudnya keadilan.
  • Setiap warga negara menggunakan hak miliknya bukan untuk pemborosan dan kemewahan.

Itulah falsafah Pancasila masing-masing sila. Selanjutnya dapat diketahui bahwa gagasan yang terdapat dalam makna Pancasila di atas merupakan suatu tujuan yang mulia. Masing-masing sila saling berkaitan satu sama lain dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.