Polisi Periksa 14 Orang Soal Kebakaran Depo Pertamina Plumpang

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.
Petugas PT Telkom Indonesia memperbaiki fasilitas kabel telepon dan internet di permukiman penduduk yang hangus terbakar dampak kebakaran Depo Pertamina Plumpang kawasan Jalan Koramil, Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta, Senin (6/3/2023).
6/3/2023, 18.45 WIB

Kepolisian telah meminta keterangan 14 orang untuk menggali penyebab kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara. Mereka terdiri dari lima warga serta sembilan pegawai PT Pertamina (Persero).

Adapun pemeriksaan dilakukan tim gabungan Badan Reserse Kriminal Polri dan Polda Metro Jaya. "Jadi (ada) operator, security, teknisi, dan supervisor. Sisanya adalah masyarakat," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan di Jakarta, Senin (6/3) dikutip dari Antara.

Personel Polri serta Tentara Nasional Indonesia saat ini terus mencari korban yang masih hilang. Aparat menurunkan alat berat dan unit anjing pelacak untuk menemukan korban.

Tak hanya itu, Polri mendirikan posko kesehatan, dapur umum, hingga tim trauma healing. "Tim ini menurunkan anggota polwan bersama Palang Merah Indonesia (PMI) untuk anak-anak korban kebakaran di Depo Pertamina Plumpang," kata Ramadhan.

Polri juga mengerahkan personel untuk menjaga rumah korban kebakaran. Penjagaan dilakukan demi menjaga aset masyarakat yang masih utuh terhindar dari penjarahan.

Sebelumnya, informasi awal yang diterima Kapolri Jenderal pol. Listyo Sigit Prabowo, kebakaran dipicu gangguan teknis sehingga berujung adanya tekanan yang berlebihan. Sigit mengatakan tim investigasi tengah melakukan pendalaman dengan meminta keterangan saksi hingga memeriksa kamera pengawas atau CCTV. "Sedang pendalaman oleh tim," kata Sigit di Jakarta, Minggu (6/3)

Dari laporan awal, kebakaran terjadi pada Jumat (3/2) pukul 20.00 WIB. Awalnya, di ada pengisian bahan bakar minyak jenis Pertamax yang dikirim dari Balongan. Namun ada gangguan teknis dan mengakibatkan tekanan berlebihan sehingga memunculkan api.

"Tentunya untuk mencari tahu, ini sedang dilakukan pendalaman," kata Sigit.


Reporter: Antara