Longsor Natuna Sebabkan 1.216 Warga Mengungsi dan 43 Korban Hilang

ANTARA FOTO/Kiky Firdaus/Lmo/foc.
Foto udara bencana tanah longsor di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (7/3/2023).
Penulis: Ira Guslina Sufa
8/3/2023, 08.05 WIB

Pemerintah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau terus ng terjadi di Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan, Natuna.mengupayakan penanganan korban longsor yang terjadi di Desa Pangkalan Kecamatan Serasan, Natuna. Hingga pagi in tim penanganan telah mengidentifikasi 12 orang korban tanah longsor ya

Melalui pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Natuna disebutkan 12 korban bernama Rianti, Anak Rianti, Fadil endri, Darman K, Abdulah, Abdul kadir, Susi rianti, Erna, Delta Yuharni, Juhaima, Murni AB dan Masriyati. Sementara untuk 43 orang lainnya masih belum ditemukan. 

“Tiga orang dalam kondisi kritis dan saat dirujuk ke Pontianak dan Ranai satu diantaranya meninggal dunia atas nama Susi,” tulis pemerintah kabupaten Natuna seperti dikutip dari Antara, Rabu (8/3). 

Adapun total jumlah pengungsi mencapai 1.216 orang yang tersebar di sejumlah lokasi. Pengungsi yang berada PLBN Serasan sebanyak 219 orang, pengungsian Puskesmas 215 orang, pengungsian Pelimpak dan Mesjid Al Furqon 500 orang, pengungsian di SMA Negeri 1 Serasan sebanyak 282 orang.

Selain itu bangunan yang tertimbun dilaporkan sebanyak 27 dengan rincian 26 rumah dan 1 buah surau. Kondisi terkini di lokasi musibah atau Pulau Serasan secara keseluruhan masih terkendala sinyal.

Sedangkan untuk listrik juga mengalami kendala, hanya sebagian daerah listrik menyala karena jaringan listrik terputus akibat terjangan longsor. Pencarian para korban sementara dihentikan pada malam hari dan akan dilanjutkan esok mengingat keterbatasan sarana.

Meski terkendala jaringan internet, informasi terkait korban rutin dapat dirilis oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Natuna melalui Posko Pusat Informasi Tim Gabungan Tanggap Bencana Serasan dan Serasan Timur di Kantor Desa Tanjung Setelung, Serasan.

Reporter: Antara