Rupiah Melemah 15.622 per US$, Investor Wait and See Data Inflasi AS

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU
Ilustrasi.
Penulis: Zahwa Madjid
Editor: Agustiyanti
12/12/2023, 09.41 WIB

Nilai tukar rupiah melemah 0,68% ke level 15.622 per dolar AS pada awal perdagangan Selasa (12/12). Rupiah melemah seiring investor yang masih menunggu data-data terbaru dari Amerika Serikat. 

 Melansir Bloomberg, mayoritas mata uang Asia bergerak menguat terhadap dolar AS. Baht Thailand menguat 0,32%, yen Jepang menguat 0,33%, ringgit Malaysia menguat 0,11%, peso Filipina menguat 0,09%, dan dolar Singapura menguat 0,07%.

Analis pasar uang Lukman Leong memperkirakan pegerakan rupiah akan datar dengan kecenderungan melemah terbatas pada perdagangan hari ini.Hal ini diakibatkan oleh para investor yang masih akan meliahat atau wait and see data inflasi AS yang akan dirilis malam ini.

"Rupiah diperkirakan akan bergerak dalam rentang 15.600-15.700 per dolar AS," ujar Lukman Leong kepada Katadata.co.id. Selasa (12/12). 

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra menilai, pergerakan rupiah terhadap dolar mungkin masih berkonsolidasi hari ini. Pelaku pasar menantikan data penting inflasi konsumen AS yang akan dirilis malam ini dan keputusan suku bunga acuan AS pada Kamis (14/12). Kedua data baru ini akan mempengaruhi pergerakan dolar terhadap nilai tukar lainnya.

"Rupiah masih berpeluang melemah hari ini terhadap dolar AS dengan membaiknya data terbaru tenaga kerja AS," kata dia. 

Ia mengatakan, hasil dari kedua data tersebut kemungkinan akan membuat The Fed tak buru-buru memangkas suku bunga acuannya, serta mempertahankan suku bunga tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama. Ekspektasi tersebut terlihat dari kenaikan tingkat imbal hasil obligasi AS sejak Kamis pekan lalu. Yield tenor 10 tahun bergerak dari 4,10% ke 4,29%.

 "Rupiah berpotensi melemah ke 15.630-15.650 per dolar AS, dengan potensi support di area 15.560 per dolar AS," kata dia.

Reporter: Zahwa Madjid