Hasil Quick Count Pemilu 2024, PSI Berpotensi Tak Lolos ke Senayan

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/YU
Ilustrasi, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep (tengah) menyampaikan orasi politiknya saat kampanye akbar di Denpasar, Bali, Senin (5/2/2024).
Penulis: Agung Jatmiko
21/2/2024, 10.35 WIB

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) gagal melampaui ambang batas suara parlemen sebesar 4% pada Pemilu 2024, berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count dari sejumlah lembaga survei.

Hasil survei dari berbagai lembaga menunjukkan bahwa PSI tidak berhasil memperoleh dukungan yang mencukupi untuk mendapatkan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Menurut data Litbang Kompas pada tanggal 20 Februari 2024, pukul 14:50 WIB, PSI hanya memperoleh 2,8% suara dari total data masuk sebesar 100%. Sementara, hasil quick count dari Charta Politika, dengan data suara yang masuk mencapai 96,9% persen pada Minggu (18/2) pukul 16:00 WIB, menunjukkan PSI hanya mendapatkan 2,97% suara.

Lembaga survei Indikator juga menunjukkan hasil serupa. Dengan data suara masuk sebanyak 97,8% pada Jumat (16/2) pukul 16:17 WIB, PSI hanya memperoleh 2,81% suara.

Sementara, hasil dari LSI menunjukkan perolehan suara PSI sebesar 2,9% pada Kamis (15/2) pukul 11:13 WIB. Sedangkan lembaga Poltracking mencatat pada 17 Februari 2024, pukul 19:52 WIB, PSI hanya memperoleh 2,89% suara dari total data masuk sebesar 99,3%.

Lebih lanjut, hasil hitung cepat dari Populi Center pada Jumat (16/2) pukul 05:44 WIB menunjukkan bahwa PSI hanya memperoleh 2,62% suara dari total suara yang masuk sebesar 99,88%.

Berdasarkan real count yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum atau KPU, PSI hanya berhasil meraih 1.618.306 suara atau 2,52% dari total suara yang berhasil direkap pada 20 Februari 2024, pukul 10:00 WIB. Angka tersebut berasal dari 478.048 TPS dari total 823.236 TPS yang ada, atau setara dengan 58,07%.

Dengan hasil tersebut, PSI berpotensi menjadi salah satu dari beberapa partai politik yang tidak berhasil meraih kursi di DPR dalam Pemilu kali ini.

Reporter: Risma Kholiq (Magang)