Jokowi Enggan Tanggapi Kritik PDIP soal Kader Melanggar Etika Politik

BRI
Presiden Joko Widodo enggan menanggapi komentar Ketua DPP PDIP Puan Maharani soal kader partai yang melanggar etika politik.
28/5/2024, 06.00 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) enggan menanggapi lontaran kritik yang disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan Maharani saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V PDIP.

Jokowi menyebut segala keputusan dan pernyataan yang digaungkan oleh PDIP saat Rakernas saat itu merupakan urusan internal partai. "Saya kira itu adalah internal partai, jadi internal PDI Perjuangan. Saya tidak akan mengomentari," kata Jokowi di Istora Senayan Jakarta pada Senin (27/5).

Sebelumnya, Ketua DPP PDIP, Puan Maharani menangis saat membacakan r ekomendasi eksternal hasil Rakernas V PDIP. Puan juga sempat menyinggung adanya kader yang melanggar etika politik.

Puan tak kuasa menahan air matanya saat menyampaikan ucapan terima kasih kepada para kader dan rakyat Indonesia. Hal itu karena telah mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden Ganjar Pranowo–Mahfud MD yang diusung PDIP di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"Rakernas V Partai mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah memberikan dukungan kepada Ganjar Pranowo dan Mahfud MD," kata Puan dalam pembacaan hasil Rakernas di Beach City International Stadium Ancol, Jakarta, Minggu, (26/5).

Tak hanya itu, tangis Puan kembali pecah saat mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada PDIP sehingga memenangkan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024.

Usai menyampaikan terima kasih, Puan tampak mengambil nafas panjang dan mengucapkan permohonan maaf. Hal itu lantaran ada kader partai yang tidak menjunjung etika politik, tidak disiplin, dan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan ideologi partai.

“Serta melakukan pelanggaran konstitusi dan demokrasi, Rakemas V Partai menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia," katanya. Tak disebutkan siapa kader yang tak tidak menjunjung etika politik tersebut.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu