Terminal 1F Bandara Soekarno-Hatta Bakal Jadi Markas Maskapai Berbiaya Murah

ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/wpa.
Calon penumpang antre untuk lapor diri di terminal 2 E Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (28/3/2025). PT Angkasa Pura Indonesia cabang Bandara Soekarno Hatta mencatat puncak harus mudik terjadi pada Jumat (28/3) atau H-3 Idul Fitri 1445 H dengan 1.156 penerbangan dengan total penumpang mencapai 173.854 orang.
4/5/2025, 17.56 WIB

Pemerintah menargetkan Terminal 1F Bandara Soekarno-Hatta akan diperuntukkan bagi maskapai penerbangan bertarif murah atau low cost carrier mulai kuartal 1 2026.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan saat ini terminal 1 sedang dalam revitalisasi. Ia menyebut bahwa penyegaran terminal yang dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta bertujuan untuk mendorong peningkatan kapasitas pengunjung, yang ditargetkan mencapai 94 juta orang.

"Setelah Terminal 2F, nanti Terminal 1 kita akan upgrade lagi untuk low cost," imbuhnya.

Saat ini, terminal di Bandara Soekarno-Hatta berkapasitas 56 juta penumpang. Dengan optimalisasi pada setiap terminal, diharapkan dapat meningkatkan jumlah menjadi 90 juta penumpang.

Pemetaan ulang terminal bandara ini juga sebagai upaya untuk meningkatkan kenyamanan penumpang. Sebelumnya, maskapai Citilink yang awalnya berada di Terminal 3, sudah mulai beroperasi di Terminal 1 pada 15 Maret 2025. Selanjutnya, TransNusa juga akan pindah setelah Lebaran 2025.

PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney awalnya menargetkan pemindahan semua maskapai LCC di Terminal 1 pada akhir 2025. Namun, peralihan ini akan dilakukan secara bertahap, sejalan dengan revitalisasi pada beberapa terminal.

Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri BUMN Erick Thohir juga meresmikan Terminal Khusus Haji dan Umrah di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno Hatta. Erick mengatakan sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, perjalanan haji dan umrah harus mengutamakan pelayanan yang terbaik sebagai wujud penghormatan terhadap bangsa sendiri.

"Presiden berpesan bagaimana pengelolaan haji harus profesional dan transparan, apalagi ini merupakan sebuah perjalanan spiritual bangsa kita," kata Erick.

Ia menyebut Kementerian BUMN melalui InJourney melakukan relokasi Terminal 2F diharapkan dapat menjadi episentrum untuk pelayanan maksimal bagi haji dan umrah. BUMN juga melakukan perbaikan beberapa fasilitas seperti ruang tunggu untuk manasik, masjid yang dapat menampung 3.000 orang, kios yang menyediakan produk dan makanan halal, ruang tunggu yang nyaman, hingga transportasi publik yang telah terkoneksi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Antara