Menlu Bakal Evakuasi 97 WNI di Perbatasan Iran, 289 Orang Lagi Menunggu Kabar
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyebutkan sebanyak 97 warga negara Indonesia (WNI) dari total 386 orang segera dievakuasi dari perbatasan Iran dengan negara-negara sekitarnya. Sementara itu sebanyak 289 sisanya menunggu kabar kesiapan untuk dievakuasi.
“Tadi pagi, saya mendapat laporan bahwa sudah ada empat bus yang bergerak ke arah perbatasan negara tetangga, mungkin sekarang sudah sampai,” kata Sugiono menjawab pertanyaan wartawan di St. Petersburg, Rusia, seperti dikutip Sabtu (21/6).
Sugiono menjelaskan 97 WNI yang dievakuasi itu adalah mereka yang bersedia dipulangkan ke tanah air dengan bantuan Pemerintah Indonesia. Sedangkan total WNI yang terdata berada di Iran sebanyak 386 orang.
Menlu menyebut evakuasi akan dilakukan secara bertahap. Dengan demikian, jumlah WNI yang akan siap dievakuasi pun akan bertambah.
Sebelumnya pada Rabu (18/6) Kementerian Luar Negeri telah menginstruksikan KBRI Teheran di Iran untuk menilai situasi setempat, dan menyusun rencana evakuasi WNI. Menlu juga mengumumkan level siaga di KBRI Tehran naik dari level 2 menjadi level 1.
“Intensitas serangan Israel semakin meningkat, kemudian yang disasar juga bukan saja target-target militer, tetapi juga target-target sipil,” kata Sugiono menjelaskan alasan Kementerian Luar Negeri meningkatkan status siaga KBRI Teheran.
Dia mengatakan Pemerintah RI telah berkomunikasi dengan negara-negara tetangga Iran untuk memohon diberi kemudahan saat evakuasi berlangsung. Ia berharap proses melewati perbatasan bisa berjalan lancar.
Terkait evakuasi, Sugiono menyebut pemerintah saat ini hanya menggunakan rute-rute dan jalur darat, karena hampir seluruh penerbangan ke Tehran ditutup.
“Mulai malam ini (18/6), kami juga mengkomunikasikan terus kepada seluruh WNI di Iran untuk selalu menjalin komunikasi yang dekat dan erat dengan Kedutaan,” kata Menlu Sugiono saat itu.