Prabowo Bertemu Presiden Peru di Istana Merdeka, Ini Isi Pembahasannya
Presiden Prabowo Subianto hari ini menerima kedatangan Presiden Peru, Dina Boluarte. Dina Boluarte tiba di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (11/8) pukul 10.18 dan langsung disambut Praboto.
Prabowo terpantau memakai jas hitam, kemeja biru, dan dasi biru. Sementara itu, Boluarte menggunakan blouse berwarna hijau muda.
Keduanya menyanyikan lagu kebangsaan masing-masing negara sebelum menyapa siswa SD yang hadir menyambut. Selang 10 menit, Prabowo dan Boluarte mengenalkan masing-masing pejabat negara yang mendampingi pertemuan hari ini.
Delegasi Indonesia yang menghadiri ajang tersebut adalah Sekretaria Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Praseto Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Menteri Perdagangan Budi Santoso.
Adapun pejabat negara Peru yang dinawa Boluarte adalah Menteri Luar Negeri Elmer Schialer Salcedo, Menteri Ekonomi dan Keuangan Raul Perez-Reyez Espejo, Menteri Pembangunan Agraria dan Irigasi Angel Amnero Campi, Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pariwisata Ursula Desilj Leon Chempen, dan Sekretaris Jenderal Kantor Kepresidenan Enrique Vilchez Vilchez.
Selain itu, Boluarte mengenalkan Duta Besar Peru untuk Indinesja Luis Tsuboyama dan Direktur Jenderal Asia dan Oseania Kemenlu Peru Fernando Quiros Campos.
Menteri Luar Negeri Sugiono pada Selasa (5/11) mengatakan Prabowo dan Boluarte akan membahas penguatan kerja sama sejumlah aspek, mulai dari ekonomi hingga pemberantasan narkoba.
Kedua pemimpin juga akan menyaksikan penandatanganan perjanjian bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas. Prabowo juga akan menerima penghargaan Binta Matahari Peru atau Orden El Sol del Peru.
Prabowo dan Boluarte juga akan membahas perjanjian perdagangan Indonesia dan Peru. Sejak beberapa tahun lalu kedua negara intensif membahas perjanjian komprehensif atau Indonesia-Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (IP-CEPA).
Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan perundingan telah rampung dan siap ditandatangani pada Senin (11/8), secara langsung oleh kedua kepala negara.