Temui Demonstran, Bupati Pati Dilempari Botol Air Mineral hingga Sandal

Antara
Demonstrasi di Pati, Jawa Tengah, Rabu (13/8) mendesak Bupati Sadewo mundur. Foto: Antara
13/8/2025, 15.33 WIB

Bupati Pati, Sudewo menemui pendemo yang melakukan aksi di depan kantor bupati, Pati, Jawa Tengah, Rabu (13/8). Meski demikian, dialog tak bisa dilakukan karena massa melempari sang bupati.

Dalam siaran Kompas TV, Sudewo muncul dari atap mobil rantis, mengenakan kemeja putih dan peci serta kacamata hitam. Menggunakan pengeras suara, Sudewo menyampaikan permintaan maaf dan berjanji akan berbuat lebih baik. Namun, ia langsung dihujani lemparan botol air mineral dan sandal.

“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, saya akan berbuat yang lebih baik, terima kasih,” kata Sudewo.

Pertemuan itu terjadi setelah demo besar berujung ricuh, mengakibatkan kaca kantor bupati pecah, gerbang dirobohkan, dan mobil polisi dibakar. Polisi membalas dengan gas air mata dan water canon, serta menyebut aksi disusupi kelompok anarko.

Aksi diprakarsai Aliansi Masyarakat Pati Bersatu sebagai protes terhadap kebijakan Sudewo menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 persen.

Demonstrasi berawal dari kebijakan Pemerintah Kabupaten Pati yang menaikkan tarif pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen. Meski akhirnya pajak batal naik, Sudewo tetap didesak meletakkan jabatannya karena dinilai bersikap arogan.

Inisiator demonstrasi, Husen, serta orator aksi yang bernama Syaiful Ayubi mengajak para demonstran bertahan di depan pintu masuk Pendopo Kabupaten Pati hingga malam hari.

"Tunjukkan bahwa warga Pati itu santun dan berakhlak, cinta damai dan tidak arogan," ujar Syaiful Ayubi di depan pintu Pendopo Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (13/8) dikutip dari Antara.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Antara