DPR Tak Temui Perwakilan Demonstrasi 25 Agustus, Ini Alasannya

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym.
Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-6 PKB Cucun Ahmad Syamsurijal menyampaikan keterangan saat konferensi pers persiapan Muktamar ke-6 2024 PKB di Nusa Dua, Badung, Bali, Minggu (11/8/2024).
26/8/2025, 16.18 WIB

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Cucun Ahmad Syamsurijal merespons gelombang demonstrasi yang digelar pada Senin (25/8). Ia mengatakan DPR berniat menemui perwakilan massa aksi, namun tak berhasil dilakukan.

Cucun mengatakan niat tersebut telah disampaikan pada aparat yang berjaga, meski akhirnya tak terlaksana.  “Kami kemarin menerima jawaban bahwa di awal-awal itu tidak ada perwakilan yang mengatur,” kata Cucun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/8). 

Cucun menyatakan DPR mendengarkan kritik yang disampaikan masyarakat. Namun, menurutnya pelaksanaan unjuk rasa perlu memperhatikan ketertiban.

“Kami ingin penyampaian pendapat di muka umum itu betul-betul ikuti (aturan) dan supaya betul-betul bisa didengar. Tidak ditunggangi siapapun,” kata Cucun 

Cucun menyayangkan adanya perusakan fasilitas dan penutupan akses publik dalam aksi yang digelar di depan Gedung DPR/MPR pada Senin (25/8).. Menurutnya, hal itu dapat mempengaruhi niatan investor yang akan menanamkan modal di Indonesia. 

“Bagaimana menciptakan iklim yang kondusif sehingga di sekarang tahap kita mau rebound nih, bagaimana investasi mau masuk, para investor (harus) betul-betul trust,” kata dia. 

Unjuk rasa tolak kenaikan gaji anggota DPR (Foto: Katadata/Fauza Syahputra) (Katadata/Fauza Syahputra)

Ia mengatakan, saat ini masyarakat perlu menunjukkan pada para investor bahwa Indonesia merupakan negara yang paling nyaman dan tepat untuk berinvestasi.  Di sisi lain, ia menyatakan DPR menerima aspirasi yang disampaikan massa aksi. 

“Apa yang menjadi kritik, saran yang disampaikan (pada), kami terus lakukan evaluasi di DPR,” kata dia. 

Adapun, aksi yang digelar di depan Gedung DPR/MPR pada Senin (25/8) berlangsung hingga malam hari dan berakhir ricuh. Dilaporkan, ratusan massa aksi ditangkap oleh petugas kepolisian. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman