Prabowo Soroti Konsumsi Protein Warga RI, Lebih Rendah dari Filipina - Malaysia

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nym.
Sejumlah pelajar meminum es krim hidrolisat protein ikan saat peringatan Hari Ikan Nasional di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Kamis (21/11/2024).
28/8/2025, 14.31 WIB

Presiden Prabowo Subianto menyoroti rendahnya tingkat konsumsi protein masyarakat Indonesia dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Filipina. Protein yang dimaksud meliputi sumber pangan seperti telur, daging sapi, ayam, dan ikan.

Menurut Prabowo, konsumsi protein orang Indonesia baru sekitar 62 gram per kapita per hari. Takaran ini lebih rendah dari Filipina dengan 93 gram dan jauh tertinggal dari Malaysia dengan 159 gram per kapita per hari.

“Hari ini konsumsi protein per orang kita masih rendah. Indonesia masih kalah sama Filipina,” kata Prabowo saat memberikan arahan Pembukaan APKASI Expo di ICE BSD Tangerang pada Kamis (28/8).

Guna mendorong tingkat konsumsi protein masyarakat, ia berkomitmen untuk mendorong percepatan penyaluran program makan bergizi gratis (MBG) kepada 82,9 juta penerima pada Desember tahun ini. Menurut Prabowo  program MBG sudah menyasar kepada 23 juta penerima sejak pertama kali berjalan pada 6 Januari lalu. 

Selain itu, sudah terbangun sekitar 6.610 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur umum. Prabowo mengatakan setiap SPPG dapat mempekerjakan sekitar 50 orang. Guna mengakselerasi percepatan distrubisi makan gratis kepada 82,9 juta anak sekolah dan ibu hamil, pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp 335 triliun untuk program MBG 2026. 

“Setiap harinya jumlah penerima terus meningkat sampai di ujungnya Desember 82,9 juta penerima,” ujar Prabowo.

Presiden berharap pemenuhan asupan makanan lengkap dan seimbang adalah kunci tumbuh kembang anak yang sehat. Percepatan distribusi paket MBG juga bertujuan untuk menurunkan prevalensi stunting.




Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu