Kapolda Metro Jaya Minta Maaf, Janji Usut Polisi yang Lindas Sopir Ojol

Katadata/Andi M Arief
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri diwawancara wartawan saat menghadiri pemakaman drivel ojol, Affan. di TPU Karet Bivak, Jumat (28/8)
Penulis: Andi M. Arief
Editor: Yuliawati
29/8/2025, 12.37 WIB

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri meminta maaf atas kasus dugaan aparat melindas sopir ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan (21). Asep menyampaikan hal tersebut usai menghadiri pemakaman Affan di TPU Karet Bivak hari ini, Jumat (29/8).

"Kami mohon maaf terkait kekerasan oleh Kepolisian. Kami akan membicarakan hal ini dengan tegas anggota kami," kata Asep di TPU Karet Bivak, Jumat (29/8).

Asep mengatakan telah menemui keluarga Affan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo semalam, Kamis (28/8). Menurutnya, Polda Metro Jaya akan mengusut kasus tersebut secara transparan dan objektif.

"Saya secara pribadi dan sebagai Kapolda Metro Jaya bersama segenap teman-teman yang melakukan pengamanan demonstrasi semalam menghaturkan duka cita yang mendalam kepada keluarga semalam. Kami akan secara profesional menyikapi permintaan keluarga Affan terkait keadilan dan menindak tegas aktor dalam kasus tersebut," kata Asep. 

Asep mengatakan Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian sedang memeriksa tujuh tersangka yang ada di dalam mobil rintas Kepolisian yang melindas Affan saat demonstrasi di kawasan Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat semalam, Kamis (28/8). Namun Asep masih belum mengumumkan identitas ketujuh tersangka tersebut.

Walau demikian, Asep mengklaim keluarga Affan telah menganggap Kepolisian sebagai bagian dari keluarga. Karena itu, Asep menyatakan keluarga Affan berniat membina hubungan dengan Kepolisian

"Ada beberapa hal yang beliau sampaikan dalam pertemuan semalam yang tidak bisa kami sampaikan di sini," ujarnya.

Asep menyampaikan pihaknya akan terus melakukan pengamanan di kawasan Jakarta Raya. Menurutnya, hal tersebut penting untuk menjaga kenyamanan dan keamanan pengguna jalan.

Di sisi lain, Asep tidak merespon saat dikonfirmasi rencana perubahan di kepolisian terkait kekerasan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian. Selain Affan, beberapa jurnalis menjadi korban kekerasan polisi saat mewartakan demonstrasi di DPR beberapa hari terakhir.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Andi M. Arief